Natuna – Sebagai wujud aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hutan bakau di objek wisata Natuna, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti bersama Kelompok Kebun Bibit Rakyat (KBR) Air Batang melakukan penanaman bibit mangrove sebanyak 20 ribu batang dilokasi objek wisata mangrove Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, Kamis 10 Oktober 2019. Hadir dalam kegiatan antaranya, Ketua DPRD Kab.Natuna, Andes Putra S.Pd, Camat Bunguran Barat, Tri Didik Sisworo, Kepala Desa Mekar Jaya, M. Isa, Ketua BPD Mekar Jaya, Burjahidi, Ketua Karang Taruna Mekar Jaya, Japrizal, Ketua Kelompok Kebun Bibit Raya (KBR), Harjono. Mapala STAI Natuna dan Siswa-siswi MTS Desa Mekar Jaya. Wakil Bupati Natuna, Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, MA, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Desa Mekar Jaya yang telah berinisiativ melakukan penghijauan lingkungan dengan menanam bibit mangrove. “Desa Mekar Jaya ini memiliki inovasi dalam mengembangkan potensi desa, terutama dari segi wisata dan kelestarian alamnya. Dan ini sudah di dukung oleh beberapa lembaga yang ikut bersinergi dalam menjaga kelestarian alam,”ujar Ngesti. Ngesti berharap mudah – mudahan apa yang menjadi cita cita dari desa mekar jaya cepat tercapai. Selain dari dukungan pemerintah daerah. Pemerintah provinsipun sudah ikut mendukung dalam pengembangan Desa Mekar Jaya. “Apa yang kita lakukan hari ini, harus dilanjutkan oleh anak-anak kita kedepan agar kelestarian ini tetap terjaga,”pinta Ngesti. Diwaktu yang sama, Ketua KBR Air Batang, Harjono menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah hadir pada acara aksi nyata penanaman 20.000 bibit Mangrove.
Dikatakan, Harjono program pembibitan ini merupakan bantuan dari Mentri Kehutanan dan KPHP Kabupaten Natuna. Dalam program ini dilaksanakan oleh Kelompok Kebun Bibit Rakyat (KBR) AIBA. Tujuannya dari kegitan ini, terang Harjono untuk melestarikan alam, dan meningkatkan kelestarian hewan laut yang hidup di mangrove. Hal senada juga disampaikan, Kepala Desa Mekar Jaya M. Isa, suatu kehormatan bagi desanya, karena kegiatan pembibitan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Natuna dan Ketua DPRD Natuna. Tujuannya untuk mempromosikan wisata mangrove yang ada di Desa Mekar Jaya. “Penanaman bibit ini sudah kita lakukan dari beberapa hari yang lalu dan hari ini penanaman terakhir,”terangnya.
Saturday, October 12, 2019
Wednesday, September 25, 2019
Saturday, August 24, 2019
Friday, August 2, 2019
Romo Paschal: Polisi Jangan Menyalahkan Wartawan Setelah Gagal Mengungkap PMI Ilegal
Elitnews.com, Batam - Adanya pemberitaan terkait ucapan Kapolsek Nongsa, Kompol Albert Perwira Sihite yang mengatakan wartawan belagak seperti Polisi melakukan penggerebekan terhadap tempat penampung Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) menjadi dasar memuncaknya kekesalan Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KPP-PMP), Chrisanctus Paschalis Saturnus terhadap Kepolisian khususnya polsek Nongsa, Jumat (02/08/2019).
"Bukan rahasia lagi jika daerah Nongsa dan sekitarnya banyak terjadi kegiatan penampung PMI non prosedural, walau tidak terlalu mudah dibuktikan tapi itu ada" ujar Romo Paschal saat dikonfirmasi.
Masih menurut Paschal bahwa pihak Kepolisian adalah lembaga yang pantas melakukan penegakkan hukum jika memang serius.
"Sebaiknya kepolisian tidak menyalahkan wartawan dan sebaliknya pula wartawan hendaknya menjalankan tugas dan fungsinya untuk pemberitaan dengan baik!Tidak usah saling menyalahkanlah", tegas Paschal.
Paschal mengingatkan kepada semua pihak utamanya kepolisian untuk belajar akan kejadian beberapa waktu yang lalu. Masyarakat masih ingat bahwa pernah terjadi tenggelamnya kapal pekerja migran sehingga memakan banyak korban.
"Cukuplah jangan saling menyalahkan lagi, ini tugas kita bersama. Jangan tunggu ada korban lagi baru kita prihatin. Hanya keledai yang jatuh ke lobang yang sama, maka harapan kita kejadian buruk tersebut jangan terulang kembali," tutup Paschal. (Joni Pandiangan)
"Bukan rahasia lagi jika daerah Nongsa dan sekitarnya banyak terjadi kegiatan penampung PMI non prosedural, walau tidak terlalu mudah dibuktikan tapi itu ada" ujar Romo Paschal saat dikonfirmasi.
Masih menurut Paschal bahwa pihak Kepolisian adalah lembaga yang pantas melakukan penegakkan hukum jika memang serius.
"Sebaiknya kepolisian tidak menyalahkan wartawan dan sebaliknya pula wartawan hendaknya menjalankan tugas dan fungsinya untuk pemberitaan dengan baik!Tidak usah saling menyalahkanlah", tegas Paschal.
Paschal mengingatkan kepada semua pihak utamanya kepolisian untuk belajar akan kejadian beberapa waktu yang lalu. Masyarakat masih ingat bahwa pernah terjadi tenggelamnya kapal pekerja migran sehingga memakan banyak korban.
"Cukuplah jangan saling menyalahkan lagi, ini tugas kita bersama. Jangan tunggu ada korban lagi baru kita prihatin. Hanya keledai yang jatuh ke lobang yang sama, maka harapan kita kejadian buruk tersebut jangan terulang kembali," tutup Paschal. (Joni Pandiangan)
Bertemu Baiq Nuril, Jokowi Serahkan Keppres Amnesti
Jakarta - Pertemuan Baiq Nuril dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi akhirnya terealisasi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat sore, 2 Agustus 2019.
Jokowi menyapa Nuril dan mempersilakannya duduk. Ia juga menanyakan kabar keluarga Nuril. "Gimana? Keluarga baik semua?" tanya Jokowi dan dijawab Nuril, "Alhamdulillah, baik."
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang turut hadir di pertemuan, mengambil sebuah kertas dari dalam map yang dibawanya. "Bapak Presiden sudah mengambil keputusan untuk memberikan amnesti kepada Mbak Baiq Nuril setelah mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia," kata Yasonna.
Yasonna mengatakan, hari ini, Jokowi dan dirinya akan menyerahkan surat tersebut kepada Nuril. Sejak awal, Jokowi telah memberikan perhatian kepada kasus yang menimpa Nuril itu. Namun, kata Yasonna, karena tidak ada jalur hukum yang bisa ditempuh lagi maka satu-satunya cara untuk membebaskan Nuril dari hukuman penjara adalah dengan menggunakan amnesti. "Pak Presiden mengambil keputusan itu," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi telah menandatangani Keppres pemberian amnesti bagi Nuril. Baiq Nuril adalah seorang staf tata usaha (TU) di SMAN 7 Mataram yang divonis 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta rupiah lantaran dianggap melanggar Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia dianggap bersalah karena menyebarkan percakapan asusila kepala sekolah SMA 7 Mataram, Haji Muslim.
Nuril merekam ucapan bosnya lantaran tidak nyaman sekaligus untuk menjadi bukti guna menampik tuduhan bahwa ia memiliki hubungan khusus dengan kepala sekolah tersebut. Rekaman itu kemudian menyebar dan Nuril dilaporkan oleh bekas atasannya tersebut.
Hakim Pengadilan Negeri Mataram sempat menyatakan Nuril bebas dari semua tuduhan. Namun Jaksa Penuntut Umum mengajukan Kasasi ke MA. Majelis Kasasi yang dipimpin Hakim Agung Sri Murwahyuni, pada 26 September 2018, kemudian membatalkan Putusan PN Mataram dan menjatuhkan hukuman enam bulan penjara kepada Baiq Nuril dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan melalui Putusan Kasasi MA RI nomor 547 K/Pid.Sus/2018.
Nuril kemudian berusaha mendapatkan keadilan dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke MA dengan Nomor 83 PK/Pid.Sus/2019. Sayangnya putusan MA tentang PK Baiq yang keluar 4 Juli lalu itu kembali menguatkan putusan kasasi.
Baiq Nuril lalu mengajukan Amnesti kepada Jokowi. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung langkah Nuril dan mengeluarkan pertimbangan bagi presiden untuk mengabulkan permohonan amnesti tersebut.
Sumber:Tempo.co
Jokowi menyapa Nuril dan mempersilakannya duduk. Ia juga menanyakan kabar keluarga Nuril. "Gimana? Keluarga baik semua?" tanya Jokowi dan dijawab Nuril, "Alhamdulillah, baik."
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang turut hadir di pertemuan, mengambil sebuah kertas dari dalam map yang dibawanya. "Bapak Presiden sudah mengambil keputusan untuk memberikan amnesti kepada Mbak Baiq Nuril setelah mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia," kata Yasonna.
Yasonna mengatakan, hari ini, Jokowi dan dirinya akan menyerahkan surat tersebut kepada Nuril. Sejak awal, Jokowi telah memberikan perhatian kepada kasus yang menimpa Nuril itu. Namun, kata Yasonna, karena tidak ada jalur hukum yang bisa ditempuh lagi maka satu-satunya cara untuk membebaskan Nuril dari hukuman penjara adalah dengan menggunakan amnesti. "Pak Presiden mengambil keputusan itu," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi telah menandatangani Keppres pemberian amnesti bagi Nuril. Baiq Nuril adalah seorang staf tata usaha (TU) di SMAN 7 Mataram yang divonis 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta rupiah lantaran dianggap melanggar Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia dianggap bersalah karena menyebarkan percakapan asusila kepala sekolah SMA 7 Mataram, Haji Muslim.
Nuril merekam ucapan bosnya lantaran tidak nyaman sekaligus untuk menjadi bukti guna menampik tuduhan bahwa ia memiliki hubungan khusus dengan kepala sekolah tersebut. Rekaman itu kemudian menyebar dan Nuril dilaporkan oleh bekas atasannya tersebut.
Hakim Pengadilan Negeri Mataram sempat menyatakan Nuril bebas dari semua tuduhan. Namun Jaksa Penuntut Umum mengajukan Kasasi ke MA. Majelis Kasasi yang dipimpin Hakim Agung Sri Murwahyuni, pada 26 September 2018, kemudian membatalkan Putusan PN Mataram dan menjatuhkan hukuman enam bulan penjara kepada Baiq Nuril dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan melalui Putusan Kasasi MA RI nomor 547 K/Pid.Sus/2018.
Nuril kemudian berusaha mendapatkan keadilan dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke MA dengan Nomor 83 PK/Pid.Sus/2019. Sayangnya putusan MA tentang PK Baiq yang keluar 4 Juli lalu itu kembali menguatkan putusan kasasi.
Baiq Nuril lalu mengajukan Amnesti kepada Jokowi. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung langkah Nuril dan mengeluarkan pertimbangan bagi presiden untuk mengabulkan permohonan amnesti tersebut.
Sumber:Tempo.co
Thursday, July 4, 2019
Wednesday, July 3, 2019
Monday, June 24, 2019
Friday, June 7, 2019
Sambut Idul Fitri dengan Kebahagiaan
Gubernur H Nurdin Basirun membuka secara resmi Parade Beduk dan Gema Takbir Idul Fitri malam 1 Syawal 1440 H Tingkat Provinsi Kepri tahun 2019 bertempat di Halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (4/6) malam.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Danlantamal IV Laksma TNI Arsyad Abdullah, Wakil Gubernur H Isdianto, Asisten beserta Kepala OPD.
Menurut Nurdin, kebahagiaan menyambut datangnya hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah memang selalu di nanti dan ditunggu oleh seluruh umat muslim didunia.
“Alhamdulillah setelah satu bulan penuh berpuasa menahan haus dan lapar beserta segala hal yang dilarang lainnya, tibalah saatnya kita kembali fitri menyambut hari kemenangan,” ujar Nurdin.
Nurdin melanjutkan banyak hal yang dapat dilakukan dalam menyambut hari kemenangan tersebut dan salah satunya adalah bertakbir memuji Allah SWT. Kegiatan parade beduk dan gema takbir ini diharapkan menjadi tradisi positif dalam menyambut idul fitri serta diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.
“Selagi hal itu positif tentu akan berdampak baik pula didalam kehidupan, hadirnya parade beduk dan gema takbir ini tentu semakin menyemarakan kebahagiaan menyambut hari kemenangan,” lanjutnya.
Kepada jajaran TNI dan Polri serta seluruh Stakeholder di Kepri, Nurdin menyampaikan ucapan terimakasih atas inovasi dan gerbakan yang dilakukan dalam pengamanan sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dan aman dalam menjalankan hari kemenangan tahun ini.
“Kami atas nama masyarakat mengucapkan terimakasih atas tugas dan tanggungjawab yang diberikan sehingga tercapai suasana kondusif dalam menjalankan idul fitri,” kata Nurdin.
Sebelum memulai acara, di gelar terlebih dahulu Video Conference untuk mengetahui keadaan terkini di 7 Kabupaten se Provinsi Kepri yang dipimpin oleh Kapolda Kepri.
Kapolda Irjen Andap melaporkan bahwa TNI bersama Polri beserta jajaran saat ini terus melakukan pengamanan dalam rangka hari lebaran baik itu arus mudik maupun arus balik.
“Mari kita satukan hati dalam menjaga bunda tanah melayu bumi segantang lada yang kita cintai ini, jaga soliditas dan sinergitss yang telah terjalin ini,” kata Kapolda.
Senada dengan Kapolda, Danrem Brigjen Gabriel pun mengapresiasi atas inisiasi dari pihak Kepolisian yang terus berupaya menjaga sinergitas dan kesolidan yang tentunya dapat menumbuhkan rasa aman dan nyaman masyarakat Kepri.
Dari pantuan langsung tersebut masing-masing Kapolres melaporkan kondisi awal daerahnya yang malam ini dimulai dengan pawai takbir keliling dalam keadaan aman dan kondusif.
Dalam pada itu, Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah selaku Ketua PHBI melaporkan pelaksanaan perlombaan ini dilakukan dalam rangka menyemarakan malam 1 syawal 1440 H serta melestarikan budaya beduk yang telah berkembang sejak islam masuk ke Indonesia.
Sebanyak 12 kelompok peserta ikut andil dalam perlombaan ini, peserta sendiri mewakili sekolah-sekolah menengah atas di Kota Tanjungpinang baik negeri maupun swasta yang akan memperebutkan hadiah dengan total sebesar Rp50 Juta.
Tampak para peserta begitu semangat menggemakan takbir diringi dentuman beduk dengan gaya dan nada yang beragam, begitupun masyarakat juga tampak antusias menyaksikan perlombaan dari awal hingga selesai.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Danlantamal IV Laksma TNI Arsyad Abdullah, Wakil Gubernur H Isdianto, Asisten beserta Kepala OPD.
Menurut Nurdin, kebahagiaan menyambut datangnya hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah memang selalu di nanti dan ditunggu oleh seluruh umat muslim didunia.
“Alhamdulillah setelah satu bulan penuh berpuasa menahan haus dan lapar beserta segala hal yang dilarang lainnya, tibalah saatnya kita kembali fitri menyambut hari kemenangan,” ujar Nurdin.
Nurdin melanjutkan banyak hal yang dapat dilakukan dalam menyambut hari kemenangan tersebut dan salah satunya adalah bertakbir memuji Allah SWT. Kegiatan parade beduk dan gema takbir ini diharapkan menjadi tradisi positif dalam menyambut idul fitri serta diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.
“Selagi hal itu positif tentu akan berdampak baik pula didalam kehidupan, hadirnya parade beduk dan gema takbir ini tentu semakin menyemarakan kebahagiaan menyambut hari kemenangan,” lanjutnya.
Kepada jajaran TNI dan Polri serta seluruh Stakeholder di Kepri, Nurdin menyampaikan ucapan terimakasih atas inovasi dan gerbakan yang dilakukan dalam pengamanan sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dan aman dalam menjalankan hari kemenangan tahun ini.
“Kami atas nama masyarakat mengucapkan terimakasih atas tugas dan tanggungjawab yang diberikan sehingga tercapai suasana kondusif dalam menjalankan idul fitri,” kata Nurdin.
Sebelum memulai acara, di gelar terlebih dahulu Video Conference untuk mengetahui keadaan terkini di 7 Kabupaten se Provinsi Kepri yang dipimpin oleh Kapolda Kepri.
Kapolda Irjen Andap melaporkan bahwa TNI bersama Polri beserta jajaran saat ini terus melakukan pengamanan dalam rangka hari lebaran baik itu arus mudik maupun arus balik.
“Mari kita satukan hati dalam menjaga bunda tanah melayu bumi segantang lada yang kita cintai ini, jaga soliditas dan sinergitss yang telah terjalin ini,” kata Kapolda.
Senada dengan Kapolda, Danrem Brigjen Gabriel pun mengapresiasi atas inisiasi dari pihak Kepolisian yang terus berupaya menjaga sinergitas dan kesolidan yang tentunya dapat menumbuhkan rasa aman dan nyaman masyarakat Kepri.
Dari pantuan langsung tersebut masing-masing Kapolres melaporkan kondisi awal daerahnya yang malam ini dimulai dengan pawai takbir keliling dalam keadaan aman dan kondusif.
Dalam pada itu, Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah selaku Ketua PHBI melaporkan pelaksanaan perlombaan ini dilakukan dalam rangka menyemarakan malam 1 syawal 1440 H serta melestarikan budaya beduk yang telah berkembang sejak islam masuk ke Indonesia.
Sebanyak 12 kelompok peserta ikut andil dalam perlombaan ini, peserta sendiri mewakili sekolah-sekolah menengah atas di Kota Tanjungpinang baik negeri maupun swasta yang akan memperebutkan hadiah dengan total sebesar Rp50 Juta.
Tampak para peserta begitu semangat menggemakan takbir diringi dentuman beduk dengan gaya dan nada yang beragam, begitupun masyarakat juga tampak antusias menyaksikan perlombaan dari awal hingga selesai.
Sunday, April 28, 2019
Wednesday, April 10, 2019
Thursday, March 7, 2019
Friday, February 22, 2019
Tuesday, January 29, 2019
Eksklusif, William Tanuwijaya Bicara Gaji CEO Tokopedia
Jakarta - CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan bahwa dirinya bukan penerima gaji paling tinggi di Tokopedia. William menjelaskan, di Tokopedia masih ada pekerja yang merupakan mantan karyawan perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat yang bekerja untuk perusahaan.
"Kami mempekerjakan mantan karyawan perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat, tidak mungkin kasih gaji lebih rendah dari sebelumnya," kata William seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 28 Januari - 3 Februari 2019.
Hal itu terungkap dalam wawancara eksklusif yang dilakukan Tempo pada Sabtu siang dua pekan lalu. Ditemui di Tokopedia Tower, kepada beberapa wartawan Tempo, William menceritakan kisahnya jatuh bangun membangun Tokopedia hingga berhasil menjadi salah satu portal belanja online terbesar di Indonesia dengan 90 juta pengguna dan 5 juta pedagang.
Dalam wawancara tersebut William juga menceritakan bahwa saat mendirikan Tokopedia, pada tahun 2007-2008, ia mendapat gaji senilai Rp 3 juta per bulan. Kondisi tersebut, kata dia, bertahan cukup lama. "Lalu naik jadi Rp 6 juta, Rp 9 juta dan seterusnya," kata dia.
William mengaku keluarganya memang mengajarkan bahwa uang lebih berharga daripada waktu. Keluarga saya mengajarkan uang itu lebih berharga daripada waktu. Kendati begitu, ia mengaku tak tahu cara menggunakan uang, sebab dirinya tak pernah punya banyak uang.
Pria yang lahir di Pematangsiantar ini menuturkan ia juga baru memakai mobil juga baru-baru saja dengan difasilitasi oleh kantor. Beberapa tahun lalu sebelumnya ia lebih sering naik ojek.
"Hingga 2014, ketika Tokopedia sudah mendapat modal sampai US$ 100 juta saya masih tinggal di rumah yang atapnya bisa jatuh kalau kehujanan," kata William.
Sumber:Tempo.co
"Kami mempekerjakan mantan karyawan perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat, tidak mungkin kasih gaji lebih rendah dari sebelumnya," kata William seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 28 Januari - 3 Februari 2019.
Hal itu terungkap dalam wawancara eksklusif yang dilakukan Tempo pada Sabtu siang dua pekan lalu. Ditemui di Tokopedia Tower, kepada beberapa wartawan Tempo, William menceritakan kisahnya jatuh bangun membangun Tokopedia hingga berhasil menjadi salah satu portal belanja online terbesar di Indonesia dengan 90 juta pengguna dan 5 juta pedagang.
Dalam wawancara tersebut William juga menceritakan bahwa saat mendirikan Tokopedia, pada tahun 2007-2008, ia mendapat gaji senilai Rp 3 juta per bulan. Kondisi tersebut, kata dia, bertahan cukup lama. "Lalu naik jadi Rp 6 juta, Rp 9 juta dan seterusnya," kata dia.
William mengaku keluarganya memang mengajarkan bahwa uang lebih berharga daripada waktu. Keluarga saya mengajarkan uang itu lebih berharga daripada waktu. Kendati begitu, ia mengaku tak tahu cara menggunakan uang, sebab dirinya tak pernah punya banyak uang.
Pria yang lahir di Pematangsiantar ini menuturkan ia juga baru memakai mobil juga baru-baru saja dengan difasilitasi oleh kantor. Beberapa tahun lalu sebelumnya ia lebih sering naik ojek.
"Hingga 2014, ketika Tokopedia sudah mendapat modal sampai US$ 100 juta saya masih tinggal di rumah yang atapnya bisa jatuh kalau kehujanan," kata William.
Sumber:Tempo.co
Subscribe to:
Comments (Atom)
