Thursday, June 7, 2018
Pancaran Senyum di Balik Wajah Para Peserta Sail To Natuna
NATUNA - Hari ini Pemerintah Kabuapten Natuna melakukan penyambutan terhadap puluhan peserta Sail to Natuna. Acara itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti yang bertempat di Pantai Teluk Selahang, Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kamis (07/06) pagi.
Penyambutan peserta Sail to Natuna, juga dihadiri Ketua DPRD Yusripandi, Kadis Parbud Erson Gempa Apriandi dan sejumlah Kepala OPD, serta masyarakat Bunguran Timur Laut
Terlihat pencaran senyuaman gembira dari wahah para bule yang berasal dari berbagai Negara tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa pelayanan Pemerintah Natuna terhadap para turis luar negeri sungguh tanpa batas demi kemajuan wisata Natuna khususnya.
Salah seorang peserta Sail to Natuna Vierre (68) saat di konfirmasi oleh rekan pers dengan menggunakan bahasa Inggris mengatakan, bahwa mereka menyukai Natuna terutama pada penyambutan yanh di lakukan oleh pihak terkait maupun masyarakat sipil. Bahkan ia mengaku, hal seperti ini belum pernah ia dapatkan di daerah-daerah sebelumnya.
Lanjut pria berkebangsaan Prancis itu mengatakan, masyarakat Natuna sangat welcome dan bersahabat ketika menyambut kedatangannya bersama puluhan yachter lainnya.
"Pantai Teluk Selahang lumayan bersih, tak ada plastik dan sampah beserakan. Akses jalan di Natuna juga lebih dari daerah dikunjungi sebelumnya. (Bahasa Indonesia)", ungkapnya.
Sebelumnya, mereka telah berpetualang ke Tual, Bali, Singapura, Anambas, dan Natuna. Selanjutnya bertolak ke Malaysia Timur, sebagian lagi pulang ke negara masing-masing.
Sementara itu bule lainnya yakni Amanda, asal negara Australia juga mengagumi alam Kepulauan Natuna. Apalagi banyak gunung membentang, menambah keindahan Natuna.
Wanita penghobi photografer ini akan jalan-jalan di Natuna, melihat pemandangan alam dan mengabadikannya lewat kamera. Setelah itu akan dipromosikan kepada rekannya di Australia.
Sementara itu Kadispora wisata Natuna Erson Gempa saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan Sail to Natuna merupakan kegiatan rutin Parawisata Natuna, dan sudah ke 4 kali dilaksanakan. Dan hal ini, berdasarkan surat edaran dari Kementerian Parawisata dan Asosiasi.
"Informasinya akan kita laksanakan setiap tahunnya, Berkenaan dengan itu Dinas terkait secara teknis diwajibkan menyiapkan, atraksi-atraksi wisata ditempat yang disinggah. Dinas, hanya mempersiapkan festival selama enam hari termasuk penjualan berbagai supenir daerah", terangnya.
Untuk penyambutannya kata Erson, memang sudah seharusnya memberi pelayanan terbaik kepada mereka. Guna menarik perhatian para turis asing lainnya agar dapat mengunjungi Pulau Natuna.
"Turis, bisa senang berkunjung, bukan karena, alamnya yang indah, melainkan, karena keramahan masyarakatnya. Diakuinya, masih banyak kekurangan, dan pembenahan yang harus Kita bangun, Oleh karena itu ,sudah di rencanakan pembangunan diberbagai sektor, termasuk pembangunan home stae", pungkas Erson.
Diketahui, puluhan Yachter berasal dari berbagai negara, seperti Australia, Prancis, Inggris, Skotlandia, Swiss, Kanada, Selandia Baru, dan Islandia. Recananya akan keliling dan menghabiskan waktu selama satu minggu di Natuna.
Hari pertama di Natuna, para peserta Sail to Natuna di suguhkan dengan beberapa perlombaaan kebudaya rakyat Natuna seperti lomba menjaring ikan, lomba menghias perahu, lomba melukis suasana laut Teluk Selahang oleh para pelajar SD, lomba mengkukur kelapa, lomba menyula (Mengupas) kelapa, serta musik Alu asli budaya Natuna.
Beberapa bule itu terlihat tidak sedikit menyatu dengan perlombaan-perlombaan itu. Ada yang mencoba mengkukur kelapa, ada pula yang mencoba menyula kelapa dengan cara tradisional. (Zal)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment