Saturday, September 29, 2018

Pelatih Persib: Contohlah Suporter Madrid-Barcelona

BANDUNG -- Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, menyambut positif adanya ikrar perdamaian antara suporter Persib dan Persija Jakarta di Indramayu belum lama ini. Gomez pun menyerukan fan Indonesia mencontoh suporter Real Madrid-Barcelona.

Madrid dan Barcelona, dua klub elite Spanyol, memiliki sejarah rivalitas yang panjang. Tensi pertemuan keduanya juga selalu berlangsung panas. Namun, menurut Gomez, suporter Madrid-Barcelona tetap pada batasannya dan berdamai satu sama lain.

''Banyak derby dengan separuh satu kubu dan separuh kubu lainnya. Tapi mereka berpesta, bukan berperang. Sebagai contoh di Spanyol ada Barcelona melawan Real Madrid, semua berjalan lancar di stadion,'' ujar Gomez di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/9).

Fan Barcelona dan Real Madrid beranggapan bahwa sepak bola bukan sesuatu yang mengerikan. Sehingga keberadaan suporter memang untuk mendukung tim kesayangannya, bukan berseteru dengan suporter tim lain.

Gomez menyambut baik pernyataan damai yang diikrarkan oleh suporter Persib dan Persija di Indramayu pada beberapa waktu lalu. Menurutnya, apa yang dilakukan The Jak dan Viking di Indramayu tersebut merupakan contoh baik.

''Itu sangat bagus. Saya kira yang terpenting setiap saat (suporter) harus mengambil contoh, banyak contoh di dunia (timnya memiliki rivalitas, tapi suporternya damai),'' ujar Gomez.

 

PVMBG: Palu-Donggala Masuk Zona Merah Rawan Gempa

Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memasukkan Kota Palu dan Kabupaten Donggala ke dalam zona merah di peta rawan bencana gempa bumi.

"Di peta rawan bencana gempa bumi termasuk dalam zona merah. Zona merah artinya rawan bencana gempa bumi tinggi," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG Sri Hidayati di Bandung, Sabtu dilasir dari Antara, Sabtu (29/9/2018).

Sri menyatakan, potensi intensitas guncangan akibat gempa bumi di wilayah tersebut dapat mencapai lebih dari VIII MMI, di mana getaran gempa menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat, retak-retak pada bangunan dengan konstruksi kurang baik serta lepasnya dinding dari rangka rumah dan robohnya cerobong asap pabrik dan monumen-monumen.

Ia menjelaskan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 7,4 yang mengguncang Palu dan Donggala dipicu oleh aktivitas patahan Palu-Koro, yang memanjang dari sebelah barat Donggala hingga Teluk Palu.

"Patahan Palu Koro itu juga memang patahan aktif," ujarnya.

Sri berharap gempa di Donggala tak diikuti ratusan gempa susulan dengan kekuatan cukup besar seperti yang sebelumnya terjadi di Pulau Lombok sehingga menimbulkan banyak kerusakan dan korban jiwa.

Namun, dia meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat.

"Kita hidup di Indonesia, sadar pada posisi tectonic setting. Ada tiga lempeng aktif dunia, Indonesia harus siap itu. Kita tidak tahu kapan gempa dan tsunami, kita sendiri yang harus siap," imbaunya.

PVMBG sendiri telah mengirimkan tim untuk melakukan pemetaan geologi pascagempa di Donggala. Mereka akan mengumpulkan berbagai informasi, termasuk memetakan kerusakan.

"Berdasarkan informasi terakhir dari BMKG kan besar di atas 7,4 Magnitude. Artinya akan banyak kerusakan. Mungkin ada retakan, tim akan petakan," kata Sri.

Selain itu, mereka juga akan memetakan besaran tsunami yang menerjang Kota Palu. PVMBG memerlukan data untuk mengetahui limpasan airnya.

"Akan memetakan sampai sejauh mana tsunami melampar (melimpas) ke darat. Akan jadi remodeling dari peta (tsunami) yang pernah kami buat sebelumnya," tuturnya.

Friday, September 28, 2018

Gubernur Buka Pemusatan Pelatihan Peserta MTQ

Gubernur H Nurdin Basirun berpesan kepada kafilah Kepri untuk berlatih dengan sungguh-sungguh. Kafilah Kepri juga harus selalu mendengarkan saran dan masukan dari para pelatih, berdoa dan mohon restu orang tua untuk hasil yang lebih baik.


“Kepada para pelatih, tetap kita jaga hati anak-anak. Karena ini sangat sensitif dan mempengaruhi karakter anak-anak. Kita berharap mereka bisa tampil maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan percaya diri serta berserah diri kepada Allah SWT,” kata Nurdin saat membuka Pemusatan Pelatihan Peserta MTQ Nasional XXVII 2018 Kafilah Provinsi Kepri di Aula Quran Center, Sekupang Kota Batam, Rabu (26/9).


Pemusatan Pelatihan ini berlangsung hingga 3 Oktober 2018. Setelah itu akan dilakukan Pelepasan Kebengkatan Kafilah MTQ Nasional Provinsi Kepri oleh Gubernur Kepri. Kepri akan memberangkatkan  53 orang Kafilahnya pada tanggal 4 Oktober 2018 melalui Bandara Hang Nadim Batam untuk mengikuti MTQ XXVII tahun 2018 di Medan Sumatera Utara.


Di antara cabang yang diikuti Kafilah Kepri antara lain Tilawah (Tartil, Anak-anak, Remaja, Dewasa, Cacat Netra, Qiraat Mujawwad, Murattal Remaja, Murattal Dewasa), Hifdzil (1 Juz, 5 Juz, 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juz), Tafsir (Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab), Khath (Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer). Kafilah Kepri juga ikut ambil perlombaan dalam Syarhil Quran dan Fahmil Quran, MMQ (Musabaqah Makalah Quran).


Dalam pelatihan ini, mereka akan diawasi para pelatih nasional seperti H.Said Agil Husin Almunawar, H.Yusnar Yusuf, Hj.Umi Khusnul Khotimah, H.Hamdani Anwar, H.Muammar Bakri, H.Syarifudin Usman, KH.Rusydi Kinan, H.Asep Saepul Muhtadi, Hj.Qusthoniyah Said, H.Ilhamuddin Qasim, Hj.Mawaddah Muhajir, H.Didin Sirajuddin dan Hj.Nursiah Ismail.


Saat membuka pemusatan pelatihan ini, Gubernur hadir bersama Wagub H Isdianto. Hadir juga Dirbinmas Polda Kepri Kombes Pol. Sunarwan Sumirat, Ketua Kafilah MTQ Nasional Prov. Kepri KH Azhar Hasyim, Ketua LAM Kepri Abdul Razak, Kakan Kemenag Kota Batam Erizal Abdullah, Ketua MUI Kota Batam KH Usman Ahmad, Direktur Quran Center Mahadi Rahman dan Karo Humas Protokol dan Penghubung Nilwan.


Nurdin menegaskan, pemerintah  bersama seluruh masyarakat terus mendoakan kepada seluruh Kafilah Provinsi Kepri untuk bisa memberikan penampilan terbaiknya. Dengan semangat kebersamaan dan terus memberikan motivasi maka juara akan bisa diraih.


“Bukan Juara Umum yang menjadi target, akan tetapi misi khusus kita untuk menjadi Bunda Tanah Melayu yang berakhlak mulia berlandaskan iman dan taqwa serta menjadikan Alquran sebagai pedoman kehidupan,” kata Nurdin.


Menurut Nurdin, Kepri patut berbangga karena jalinan silaturahmi yang kuat dari LPTQ, bisa menghadirkan para pelatih Nasional yang sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam memberikan pengetahuan. Dia mengajak masyarakat untuk mempersiapkan sebanyak-banyaknya para hafiz dan hafizah.


“Dengan banyaknya hafiz dan hafizah, dari Provinsi Kepri akan mampu menjadi spirit/penyemangat dan percontohan bagi Provinsi lainnya untuk turut serta mengembangkan Alquran,” kata Nurdin.


Ketua Kafilah Kepri KH Azhar Hasyim mengatakan, tahun ini merupakan tahun ketiga diterapkannya sistem Elektronik (E-MTQ) sehingga bisa lebih independen dan profesional dalam penyelenggaraannya. Jumlah peserta yang mengikuti MTQ Nasional XXVII tahun 2018 sebanyak 1.555 orang yang berasal dari 34 Provinsi se Indonesia


“Rahasia untuk menjadikan Kafilah Provinsi Kepri sebagai Juara terletak pada diri masing-masing peserta. Asah terus kemampuan dan kepercayaan diri, niat tulus dan ikhlas serta doa restu dari kedua orang tua” Kata Azhar.


Hj Umi Khusnul Khotimah, seorang pelatih nasional dalam sambutannya mengatakan, tidak ada LPTQ se Indonesia yang mampu membangun jaringan kuat seperti yang telah dilakukan oleh LPTQ Kepri. Pihaknya merasa bangga dengan Provinsi Kepri, karena acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur.


Dengan kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur menjadi penyemangat bagi para seluruh peserta untuk lebih meningkatkan kemampuannya dan bisa tampil secara langsung di depan Kepala Daerahnya.


“Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses, karena dengan bagian-bagian yang sulit akan menciptakan hal-hal terindah,” kata Hj Umi.

Gubernur Buka Pemusatan Pelatihan Peserta MTQ

Gubernur H Nurdin Basirun berpesan kepada kafilah Kepri untuk berlatih dengan sungguh-sungguh. Kafilah Kepri juga harus selalu mendengarkan saran dan masukan dari para pelatih, berdoa dan mohon restu orang tua untuk hasil yang lebih baik.


“Kepada para pelatih, tetap kita jaga hati anak-anak. Karena ini sangat sensitif dan mempengaruhi karakter anak-anak. Kita berharap mereka bisa tampil maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan percaya diri serta berserah diri kepada Allah SWT,” kata Nurdin saat membuka Pemusatan Pelatihan Peserta MTQ Nasional XXVII 2018 Kafilah Provinsi Kepri di Aula Quran Center, Sekupang Kota Batam, Rabu (26/9).


Pemusatan Pelatihan ini berlangsung hingga 3 Oktober 2018. Setelah itu akan dilakukan Pelepasan Kebengkatan Kafilah MTQ Nasional Provinsi Kepri oleh Gubernur Kepri. Kepri akan memberangkatkan  53 orang Kafilahnya pada tanggal 4 Oktober 2018 melalui Bandara Hang Nadim Batam untuk mengikuti MTQ XXVII tahun 2018 di Medan Sumatera Utara.


Di antara cabang yang diikuti Kafilah Kepri antara lain Tilawah (Tartil, Anak-anak, Remaja, Dewasa, Cacat Netra, Qiraat Mujawwad, Murattal Remaja, Murattal Dewasa), Hifdzil (1 Juz, 5 Juz, 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juz), Tafsir (Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab), Khath (Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer). Kafilah Kepri juga ikut ambil perlombaan dalam Syarhil Quran dan Fahmil Quran, MMQ (Musabaqah Makalah Quran).


Dalam pelatihan ini, mereka akan diawasi para pelatih nasional seperti H.Said Agil Husin Almunawar, H.Yusnar Yusuf, Hj.Umi Khusnul Khotimah, H.Hamdani Anwar, H.Muammar Bakri, H.Syarifudin Usman, KH.Rusydi Kinan, H.Asep Saepul Muhtadi, Hj.Qusthoniyah Said, H.Ilhamuddin Qasim, Hj.Mawaddah Muhajir, H.Didin Sirajuddin dan Hj.Nursiah Ismail.


Saat membuka pemusatan pelatihan ini, Gubernur hadir bersama Wagub H Isdianto. Hadir juga Dirbinmas Polda Kepri Kombes Pol. Sunarwan Sumirat, Ketua Kafilah MTQ Nasional Prov. Kepri KH Azhar Hasyim, Ketua LAM Kepri Abdul Razak, Kakan Kemenag Kota Batam Erizal Abdullah, Ketua MUI Kota Batam KH Usman Ahmad, Direktur Quran Center Mahadi Rahman dan Karo Humas Protokol dan Penghubung Nilwan.


Nurdin menegaskan, pemerintah  bersama seluruh masyarakat terus mendoakan kepada seluruh Kafilah Provinsi Kepri untuk bisa memberikan penampilan terbaiknya. Dengan semangat kebersamaan dan terus memberikan motivasi maka juara akan bisa diraih.


“Bukan Juara Umum yang menjadi target, akan tetapi misi khusus kita untuk menjadi Bunda Tanah Melayu yang berakhlak mulia berlandaskan iman dan taqwa serta menjadikan Alquran sebagai pedoman kehidupan,” kata Nurdin.


Menurut Nurdin, Kepri patut berbangga karena jalinan silaturahmi yang kuat dari LPTQ, bisa menghadirkan para pelatih Nasional yang sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam memberikan pengetahuan. Dia mengajak masyarakat untuk mempersiapkan sebanyak-banyaknya para hafiz dan hafizah.


“Dengan banyaknya hafiz dan hafizah, dari Provinsi Kepri akan mampu menjadi spirit/penyemangat dan percontohan bagi Provinsi lainnya untuk turut serta mengembangkan Alquran,” kata Nurdin.


Ketua Kafilah Kepri KH Azhar Hasyim mengatakan, tahun ini merupakan tahun ketiga diterapkannya sistem Elektronik (E-MTQ) sehingga bisa lebih independen dan profesional dalam penyelenggaraannya. Jumlah peserta yang mengikuti MTQ Nasional XXVII tahun 2018 sebanyak 1.555 orang yang berasal dari 34 Provinsi se Indonesia


“Rahasia untuk menjadikan Kafilah Provinsi Kepri sebagai Juara terletak pada diri masing-masing peserta. Asah terus kemampuan dan kepercayaan diri, niat tulus dan ikhlas serta doa restu dari kedua orang tua” Kata Azhar.


Hj Umi Khusnul Khotimah, seorang pelatih nasional dalam sambutannya mengatakan, tidak ada LPTQ se Indonesia yang mampu membangun jaringan kuat seperti yang telah dilakukan oleh LPTQ Kepri. Pihaknya merasa bangga dengan Provinsi Kepri, karena acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur.


Dengan kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur menjadi penyemangat bagi para seluruh peserta untuk lebih meningkatkan kemampuannya dan bisa tampil secara langsung di depan Kepala Daerahnya.


“Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses, karena dengan bagian-bagian yang sulit akan menciptakan hal-hal terindah,” kata Hj Umi.

Tingkatkan Koordinasi, Agar Tidak Tumpang Tindih

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H. TS. Arif Fadillah menekankan pentingnya koordinasi dan sinkronisasi kegiatan pembangunan, baik yang ada di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah di Ibukota Provinsi tidak terlepas dari peran dan keterlibatan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Kita harus lebih meningkatkan lagi koodinasi dan sinkronisasi dalam setiap kegiatan pembangunan agar tidak terjadi tumpang tindih serta sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah yang telah disusun baik oleh Pemprov dan Pemkot,” kata Arif saat memimpin Rapat Pembahasan Evaluasi Ranperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Tanjungpinang, di Ruang Rapat Lantai III, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (27/9).

Arif mengatakan komunikasi secara instensif harus dilakukan lintas OPD baik yang ada di provinsi dengan yang ada di Kota Tanjungpinang. Hal ini agar pembangunan yang telah direncanakan oleh kedua belah pihak dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan tidak berbenturan dengan hukum dan aturan yang ada.

“Provinsi sekarang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan untuk mempercantik wajah Ibukota. Namun dalam pembangunan itu, kami tetap akan mengajak Kota Tanjungpinang berkomunikasi dan berkoordinasi, apakah pembangunan beberapa proyek yang akan dilakukan pemprov tersebut telah sesuai dengan RDTR Kota Tanjungpinang. Itu yang perlu kita dudukan bersama agar dikemudian hari, pembangunan yang telah dilakukan tidak melanggar peraturan yang ada,” jelas Arif.

Lebih lanjut arif menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri saat ini sedang dan akan melakukan beberapa pembangunan strategis di Kota Tanjungpinang dan kawasan pulau Dompak. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dari pihak Pemerintah Kota agar dapat ikut membantu memberikan penilaian dan analisa apakah proyek tersebut telah masuk dalam RDTR yang disusun sekarang.

“Kita sekarang sedang membangun kawasan sport center yang berlokasi di Dompak dan Islamic Centre yang direncanakan akan di kawasan yang berdekatan dengan Masjid Nur ilahi. Selain itu juga sedang dalam proses pembangunan adalah Jalan Lingkar Gurindam. Semua pembangunan ini akan berjalan dengan baik jika kita semua bisa bekerjasama,” kata Arif.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (BP4) Kota Tanjungpinang Surjadi menjelaskan bahwa beberapa proyek strategis Pemerintah Provinsi Kepri secara umum sudah diakomodir didalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Tanjungpinang.

“Baik Sport Center, Islamic Center dan Jalan Lingkar Gurindam 12 secara umum sudah terakomodir dalam RDTR yang sedang disusun, namun ada beberapa detail teknis yang perlu dievalusi dan disinkronkan kembali antara Pemprov dan Pemkot. Mudahan-mudahan RDTR ini cepat selesai sehingga bisa menjadi acuan bagi kita dalam melaksanakan pembangunan,” jelasnya.

Kekuatan Doa untuk Keberkahan Kepri

Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan jangan sesekali meremehkan kekuatan dari doa. Apalagi doa tersebut dipohonkan dengan bersama-sama.


“Mencari ridho Allah, dengan kekuatan doa kita harap kebersamaan di semua elemen dari masyarakat dapat terpupuk dalam memajukan pembangunan di Kepri,” ujar Nurdin saat mengadiri acara peringatan Tahun Baru Hijriyah 1440 M di tambatan perahu, Kampung Bintan Buyu, Kabupaten Bintan, Kamis (27/9) pagi.


Nurdin melanjutkan, dengan kekuatan doa tadilah, segala perbuatan dan perilaku buruk dalam kehidupan dapat terhapus, seperti iri, dengki, benci dan lainnya sehingga yang tertanam adalah kebaikan. Nurdin juga mengajak semuanya untuk bahu membahu menuangkan pemikiran dan sumbangsih bagi pembangunan dengan tindak tanduk yang positif.


Nurdin juga mengapreasiasi tradisi yang telah berjalan tiap tahunnya secara rutin di Kampung Bintan Bunyu ini.


“Di manapun kita berdoa, apalagi kekuatan doa tersebut dilakukan oleh satu kampung maka InsyaAllah akan selalu berikan limpahan rahmat oleh Allah SWT,” tambah Nurdin lagi.


Mewakili masyarakat, Zaidi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang digelar oleh masyarakat Kampung Bunyu setiap tanggal 17 Muharram.


“Kami sampaikan rasa terimakasih atas kedatangan Bapak Gubernur yang bersedia hadir dalam doa bersama ini,” kata Zaidi.


Acara sendiri dimulai dengan pembacaan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Nurdin bersama-sama masyarakat tampak berbaur menyantap ketupat yang disajikan.


Tak lupa Nurdin menyiapkan kuis berhadiah kepada anak-anak yang hadir bagi yang bisa membaca sejumlah ayat suci al-quran.


“Belajar Quran yang giat ye nak, biar jadi kebanggaan orang tua juga daerah kita ini,” pesan Nurdin.


Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Kepri Syarifah Elvizana, Kabiro Humprohub Nilwan, Hulu Balang Bentan Norman, beserta masyarakat setempat.

Thursday, September 27, 2018

Terlecut Maju

Satu persatu pulau-pulau itu disinggahi. Segala pesona yang tersembunyi harus segera diketahui dunia. Pesona-pesona sebagian pulau di Kepri kini semakin menarik minat wisatawan dunia.

Ketika penikmat wisata dunia membicarakan pulau-pulau dengan fasilitas privat, Kepulauan Riau selalu disebut-sebut. Di antara lima pulau privat untuk wisatawan di dunia, Pulau Bawah, di Kabupaten Kepulauan Anambas selalu menjadi salah satu pilihan. Dia selalu disebut di antara Zaya Nurai Island di Abu Dhabi, Kawasan Amanpulo di Filiphina, Muravandhoo Island di Raa Atol Maldives, Pulau Tetiaroa French Polinesia dan Quilalea Island di Mozambik.

Sebenarnya di Kepri tak hanya Pulau Bawah yang penuh pesona. Banyak lagi pulau-pulau dengan fasilitas wisata yang tak kalah menariknya. Setiap pulau punya keunggulan dan pesona masing-masing.

Tak heran dalam suatu hari, untuk memastikan pengembangan pariwisata di pulau-pulau yang sedang dikerjakan berjalan sesuai perencanaan, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyinggahinya.

Pemprov Kepri, sangat antusias untuk membangun kekuatan pariwisata Kepri semakin mendunia. Nurdin, misalnya, telah mengunjungi beberapa pulau yang merupakan kawasan objek wisata seperti Kepri Coral dan Ranoh Island di Kota Batam, lalu Nikoi Island dan White Sand Island di Kabupaten Bintan serta Telunas Resort di Kabupaten Karimun.

Menurut Nurdin, pihaknya memang terus mendorong sejumlah pulau untuk difokuskan peruntukannya menjadi lokasi pariwisata secara penuh. Banyak potensi pariwisata yang telah dan akan siap berdiri dan berjalan. Dengan keberadaan beberapa lokasi pariwisata tersebut nantinya akan mendapat banyak manfaat pula, seperti nama daerah akan semakin terkenal luas, pendapatan daerah akan meningkat serta tenaga kerja lokal pun akan terserap.

Nurdin yakin, kekuatan kemaritiman di Kepri dapat terus terangkat, terutama melalui sektor wisatanya. Apalagi pariwisata di Kepri dengan banyak pulau yang indah nan menawan sudah pula dikenal baik di kalangan dalam daerah maupun luar secara luas.

“Kita harus mampu melihat dan menggerakkan potensi yang luar biasa dan melimpah di Kepri ini,” ujar Nurdin.

Nurdin mengatakan pengelolaan dan pengemasan kekuatan bahari Kepri akan lebih mudah dan berjalan lancar jika semua pihak termasuk stakeholder terkait menyatukan komitmen bersama, salah satunya dengan penguatan regulasi.

“Misalnya dengan menguatkan regulasi menjadikan beberapa titik lokasi di Kepri untuk check point kunjungan wisatawan manca negara,” ujar Nurdin.

Promosi kata Nurdin, juga harus didorong, karena merupakan hal yang penting. Selain persiapan yang matang dilakukan di titik-titik lolasi di daerah. Tentu hal selanjutnya adalah menggaungkan promosi sebesar-besarnya di semua lini.

Apalagi dengan ribuan pulau yang dimiliki Kepri, bukan hal yang sulit untuk menentukan titik mana yang sesuai, karena masing-masing telah memiliki ciri khas nya.

“Kita yakin gerbang wisata bahari Indonesia tempatnya adalah di Kepulauan Riau,” lanjut Nurdin.

Wakil Gubernur H Isdianto pun menegaskan pengembangan kawasan wisata memang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Pariwisata, menurut Isdianto tetap menjadi primadona di Kepri.

Sekdaprov H TS Arif Fadillah mengatakan, salah satu bentuk promosi adalah dengan rutin menggelar festival. Daerah-daerah di Kepri setiap tahun selalu memiliki iven wisata penting dan masuk kalender nasional. Salah satunya adalah Fwstival Bahari Kepri (FBK). Perhelatan FBK sendiri dilakukan sebagai bentuk tekad dan semangat dari Pemerintah Daerah untuk menjadikan Kepulauan Riau sebagai gerbang wisata bahari di bagian barat Indonesia.

“Potensi bahari Kepri memang layak untuk dikedepankan dan terus dikembangkan setiap tahunnya,” lanjut Arif.

Soal potensi wisata, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural selaku Ketua Tim COE (Calender Of Event) Esthy Reko Astuti mengatakan Kepri memiliki sumber pariwisata bahari yang baik dan didukung pula dengan budaya yang ada.

Malah untuk mempromosikan begitu besarnya potensi wisata bahari Kepri, Gubernur Nurdin dalam beberapa kesempatan selalu membawa calon investor bermain jetski untuk melihat pulau-pulau penuh potensi. Malah, para pe-jetski dari seluruh dunia pun terus diperkenalkan begitu luat dan mempesonanya Kepri sebagai laman bermain mereka.

Ketika Kepri Jetski Exhibition, Nurdin mempertegas bahwa dengan mengandalkan pesona laut, banyak yang bisa dijual.

“Kita ingin semakin menguatkan nama Kepri menjadi destinasi bahari Indonesia,” ujar Nurdin.

Kegiatan ini memang diharap Nurdin dapat dijadikan sarana promosi agar para pe-jetski lainnya dapat ikut andil mengisi objek laut di Kepri. Ke depan diharapkan olah raga lainnya dapat juga digelar di sini.

“Agar para pe-jetski bisa mengenal lebih dekat potensi wisata bahari ini, mereka tidak hanya dengar cerita, tapi melihat langsung bahwa objek laut yang indah ini layak dijadikan obyek wisata. Bukan jetski saja, semua kegiatan olahraga air dapat kita kemas,” lanjut Nurdin.

Jaksa Agung RI HM Prasetyo mengatakan, Kepri memiliki objek wisata yang cukup banyak. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk kemajuan negara ini.

Prasetyo dalam ceramah umumnya berpesan agar hal ini dikembangkan dan dikemas dengan baik. Kepri, misalnya punya pesona di Lagoi. Demikian juga dengan Pulau Penyengat. Belum lagi wisata kulinernya.

“Banyak peluang yang dimiliki yang harus dimanfaatkan. Manfaatkan peluang untuk memberi keuntungan pada kemajuan daerah,” kata Datok Wira Amar Adiwangsa ini.

Kemajuan daerah memang menjadi tujuan utama Pemprov Kepri dalam setiap pengembangan pembangunannya. Termasuk di sektor pariwisata. Laut yang menghampar luas dengan 2.408 pulau berada di atasnya, menjadi potensi sendiri untuk dikembangkan.

Dengan mengandalkan pesona laut, tak heran kalau pariwisata Kepri semakin terlecut penuh kilauan. Jangan heran, jika suatu saat pulau-pulau di Kepri menjadi tujuan utama turis dunia. Tidak hanya di Pulau Bawah. Itu semua karena memang keseriusan nakhoda di Kepri saat ini.

Disiapkan Ruangan, Nurdin Ajak di Bawah Pohon

Gubernur H Nurdin Basirun memang suka menjemput aspirasi melalui jalur-jalur informal dan santai. Dia ingin, ketika menyampaikan keinginannya, masyarakat bisa lepas dalam bercakap.

Salah satu cara menjaring aspirasi agar sampai, adalah dengan tidak berada di ruang-ruang resmi. Ini yang dilakukan Nurdin yang didampingi Sekda H TS Arif Fadillah ke Desa Mantang Besar, Kabupaten Binan, Rabu (26/9).

Saat tiba, Nurdin dan rombongan disambut hangat dan ramah oleh masyarakat. Mereka sangat ramai dan tampak  untuk berbincang dan  bertukaran pikiran dengan Gubernurnya.

“Ini namanya konektivitas hati. Sampaikan apa yang ingin disampaikan, jangan segan-segan,” kata Nurdin.

Di antara perbincangan itu, Nurdin berpesan agar masyarakat Desa Mantang untuk tidak membuang sampah di laut. Karena laut merupakan sumber penghidupan masyarakat di Kepulauan Riau.

“Jangan buang sampah ke laut ye, mari kita jaga dengan kesadaran sendiri dari diri kita,” pesan Nurdin.

Nurdin mendengar dan mencatat apa yang disampaikan warga. Salah satunya tentang air bersih. Pembangunannya sudah ada namun belum bisa dimaksimalkan.

Selain itu, masyarakat minta dibangun Rumah Tahfiz di pulau ini. Karena sampai saat Nurdin berkunjung, belum ada tempat anak anak untuk belajar tahfiz.

Begitu juga dengan masalah pendidikan, yang tidak jauh bedanya dengan Desa Mapur yang kekurangan guru, penambahan ruang kelas dan jarak tempuh untuk ke sekolah yang harus memakai biaya tinggi.

Soal pendidikan, Nurdin juga melakukan kunjungan ke SMA Negeri Mantang. Saat tiba, Nurdin lebih memilih mengajak para guru untuk berbincang-bincang di bawah pohon. Padahal, sekokah sudah menyiapkan ruang rapat.

Sambil menikmati makanan ringan yang tersedia, Nurdin menerima banyak permintaan pada guru.

Kepada para guru, Nurdin mengatakan pengajar adalah pekerjaan yang sangat besar jasanya. Mereka  yang harus dijaga dan disejahterakan.

Untuk SMA Negeri 1 Mantang, untuk sementara, ruang belajar sudah cukup. Yang perlu adalah tambahan ruang labor, lapangan olahraga dan praktek. Juga pembangunan mushalla untuk siswa.

Tenaga pengajar masih kurang, terutama untuk pendidikan Geografi, Fisika, Siosiologi, Prakarya dan SBK.

Nurdin menyampaikan, dengan menjemput langsung aspirasi ke warga, semua bisa terpecahkan. Karena itu dia mengajak masyarakat untuk menanamkan ukhuwah islamiyah pada diri sendiri agar selalu kompak dan bersama sama mensejahterakan Kepri.

“Jaga silaturahmi, satu kan hati untuk memakmurkan Kepri”, tambah Nurdin.

Berkreasi untuk Memajukan Negeri

Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan kepada kader Karang Taruna untuk berinovasi dan membawa masyarakat ke kebiasaan yang positif. Bukan sekedar organisasi masyarakat saja, tapi menyokong beragam kegiatan dan maju kembangkan daerah.


“Saya ingin pemuda pemudi menggalang kekompakan untuk bersatu padu bersama masyarakat dalam membangun negeri,” ujar Nurdin saat memberi sambutan Sejuta Bhakti Karang Taruna untuk Kepri di Desa Mapur Kecamatan Bintan Pesisir, kabupaten Bintan, Rabu (26/9).


Gubernur yang didamping Sekretaris Daerah H TS Arif Fadilah mengatakan, Karang Taruna dapat menjadi wadah pemuda pemudi untuk berkreasi dan berkembang. Karang Taruna juga bisa membantu mensosialisasikan pembangunan Kepri.


“Karang Taruna sangat luar biasa, dedikasinya dalam mensukseskan kegiatan tidak perlu diragukan. Ke depan Karang Taruna dapat mendukung dan terlibat langsung dalam pembangunan di Provinsi Kepri,” kata Nurdin.


Di Pulau Mapur, selain menghadiri acara Karang Taruna Kepri, Nurdin juga langsung menjemput aspirasi masyarakat. Nurdin berdialog langsung, menjemput berbagai persoalan masyarakat untuk dicari jalan keluar terbaiknya.


“Saya memang langsung ingin dengar dari kata bapak ibu di Mapur ini,” ujar Nurdin.


Salah satu hal serius yang diperhatikan Nurdin adalah masalah pendidikan. Apalagi setelah mengecek langsung jarak tempuh antar sekolah dengan menggunakan jalur darat. Jarak 11 kilometer harus ditempuh melalui jalan yang sempit dan berliku.


Nurdin langsung memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Kepri Muhammad Dali untuk memberi perhatian pada penambahan ruang kelas. Selain itu, tenaga pengajar juga harus ditambah.


Dan begitu juga dengan masalah pendidikan, Nurdin langsung menyampaikan kepada Kadis Pendidikan agar untuk penambahan Guru dan ruang kelas. Yang mana jarak tempuh SD ke SMP sangat jauh dengan jarak 11 km yang jalan rusak parah.


“Saya perintahkan  Pak Dali, ingat ini menjadi prioritas kedepan nya untuk dibangun sekolah kelas jauh SD dan SMP satu atap dan penambahan pengajar,” tegas Nurdin.


Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam mengatakan sangat mengapresiasikan sosok Gubernur. Yang tidak pernah ketemu capek untuk membangun negeri.


“Inilah sosok pemimpin yang bijak dan bekerja keras, dan orang tua yang tak pernah letih kalau soal peninjauan,” kata Dalmasri.


Kedepan pihaknya berharap Karang Taruna lebih proaktif lagi untuk kegiatan di Kabupaten Bintan. Agar sebagai media pembawa pembangunan ke daerah.


“Terima kasih kepada karang taruna, syukur alhamdulillah telah membawa pak Gubernur ke Desa Mapur untuk meninjau”, kata Dalmasri.


Pada kesempatan itu, Nurdin menyerahkan bantuan nelayan kepada Kepala Desa Mapur Supriadi, tempat sampah 5 buah, penyapu gigi 10 buah dan pemancangan secara simbolis papan plang yang bertulisan jangan buang sampah ke laut  yang berjumlah 5 buah dan 1 kaleng cat.


Gubernur berjanji akan membantu sampan kolek (sampan dayung) kepada ibu ibu nelayan yang berkisar sebanyak 10 orang.

Wednesday, September 26, 2018

Isi Pembangunan dengan Jiwa Patriotisme

Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan pentingnya patriotisme yang terurai dalam semangat para pejuang 45 untuk ditanamkan di benak para generasi muda penerus bangsa. Karena ini berguna bagi pembangunan daerah bangsa dan negara di masa depan.

“Isi pembangunan dengan semangat patriotisme dari para pejuang 45 menghadapi derasnya arus pembangunan di masa depan,” ujar Nurdin saat membuka Sosialisasi Jiwa Semangat dan Nilai 1945 di Aula Wan Sei Beni Dompak, Senin (24/09)

Nurdin melanjutkan bahwa saat ini generasi muda dihadapkan oleh gebrakan modernisasi yang bergerak dengan cepat serta teknologi berkembang pesat yang tidak serta merta hanya menghasilkan hal positif namun juga dampak negatif tetap mengiiringi.

“Maka dengan pemberian motivasi dan masukan yang berharga hari ini, mereka tidak akan takut lagi, tidak akan ragu lagi dalam menghadapi tantangan besar dimasa depan,” lanjut Nurdin.

Sementara itu, Sekretaris Jendral DHN 45 Brigjen TNI Purn H Ma’sum Amin mengatakan bahwa penanaman semangat juang 45 saat ini dirasa perlu dan harus digerakan bagi para generasi penerus.

“Karna Jika diabaikan maka secara perlahan bangsa akan punah ditelan zaman,” ujar Ma’sum.

Sekjen melanjutkan bahwa penjabaran jiwa semangat tersebut merupakan jiwa yang tertanam dari para pejuan angkatan 45 yang mana merupakan generai pembebas yang berjuan demi kemerdekaan.

“Kini sudah menjadi tugas generasi pemuda penerus bangsa untuk memilki jiwa patriotisme generasi 45 sebagai benteng menghadapi masa depan yang kompleks,” lanjut Ma’sum.

Adapun tema sosialisasi ini adalah menata kembali paham, sikap dan perilaku kebangsaan untuk membangun masa depan bangsa yang bersatu, berdaulat, adil, makmur dan bermartabat.

diikuti oleh 200 orang peserta yang terdiri dari para pelajar Menengah Atas dan Mahasiswa di Kota Tanjungpinang, dengan mengundang pembicara dalam sosialisasi ini adalah: Jend TNI Purn H Widjojo Soejono yang merupakan Wakil Ketua Wanhornas 45, Jend TNI Purn H Agustadi Sasongko Purnomo yang merupakan Ketua Wanpurnas 45, Brigjen TNI Purn H Ma’sum Amin yang merupakan Sekjen DHN45 dan H. Eddy Safuan yang merupakan Wasekjen I DHN45.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Syamsumar mengatakan tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk mengokohkan kembali semangat perjuangan dan jiwa nasionalisme yang tertera dalam semangat juang 45 bagi para generasi muda.

“Pengembangan terkait jiwa nasionalisme ini merupakan bentuk untuk menanamkan sikap dan perilaku bermartabat bagi generasi muda bagi terwujudnya mental semangat juang bagi generasi penerus,” ujar Syamsumar.

Pada kesempatan tersebut, Dewan Harian Nasional (DHN) 45 berdasarkan Surat Keputusan nomor: 006/Kep/XI/2017 memberikan penghargaan berupa Bintang Kehormatan beserta Piagam kepada: Gubernur Nurdin Basirun (0050001), Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema (0050002), Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno (0050003), Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianti (0050004) dan Danlanud RHF Kolonel Pnb M Dadan Gunawan (0050005).

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno, Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema, Kaban Kesbangpol Lamidi, Asisten Pemerintahan Kota Tanjungpinang Ahadi, anggota Legiun Veteran beserta para pelajar dan mahasiswa se Tanjungpinang.

Harapan Masyarakat Harus Cepat Direalisasikan

Gubernur H Nurdin Basirun mengingatkan kembali jajaran pemerintahannya untuk mewujudkan harapan dan mimpi masyarakat terhadap Kepulauan Riau. Banyak masyarakat berdoa untuk kemajuan Kepri.

“Dengan bersama kita buat Kepri semakin maju dan jaya. Doa dan dukungan masyarakat harus terus diwujudkan,” kata Nurdin saat Syukuran Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepri ke-16 di Gedung Daerah, Tepi Laut Tanjungpinang, Senin (24/9) malam.

Menurut Nurdin, semua berperan besar dalam memajukan Kepulauan Riau. Komponen masyarakat dengan profesi dan perannya masing-masing pasti memberi kontribusi bagi kemajuan daerah.

Nurdin mengajak masyarakat bersyukur atas anugerah untuk Kepulauan Riau yang sudah memasuki usia ke-16. Masa 16 tahun masih sangat muda, namun kata Nurdin semua pergerakan haruslah cepat.

“Kita harus berlari meraih kesempatan. Jangan sampai hilang kesempatan di depan mata. Saling mendukung,  membantu dan saling menjaga untuk kemajuan Kepri,” kata Nurdin.

Malam Syukuran ini dihadiri FKPD Provinsi Kepri. Gubernur didampingi Hj Noor Lizah Nurdin Basirun. Hadir juga Wakil Gubernur H Isdianto dan Ketua BKOW Hj Rosmerry Isdianto. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kepri Hj Rismarini Arif Fadillah juga hadir. Anggot DPRD Kepri H Tawarich, mantan Gubernur Kepri H. Ismeth Abdullah beserta istri Aida Ismeth dan Mantan Pj Gubernur Agung Maulyana, serta Mantan Ketua DPRD Nur Syafriadi juga tampak hadir.

Para pejuang pembentukan Provinsi Kepri,  tokoh masyarakat, hadir pada Malam Syukuran itu. Masyarakat Kepri ikut menyemut di kawasan Gedung Daerah untuk menghadiri Malam Syukuran sekaligus menikmati hiburan yang menghadirkan penyanyi Cakra Khan. Hiburan juga diisi dengan penampilan anak-anak dari SLB Tanjungpinang, termasuk Danly Tan, penyanyi juara nasional. Juga lagu Kekasih Ar-Rahman yang dipersembahkan untuk Gubernur Nurdin.

Nurdin mengatakan, kebersamaan jangan hanya terjadi di momen seperti ini saja. Dia mengajak semua komponen masyarakat untuk memperkuat keakraban, bersatu dan bersama membangun Kepri.

Seperti pada Malam Syukuran itu, Nurdin tak ingin ada pembatas dengan masyarakat. Begitu Cakra Khan, penyanyi yang terkenal dengan lagu Butiran Debu ini tampil, Nurdin mempersilakan masyarakat maju ke depan panggung. Masyarakat pun ke depan dan menutupi kursi VIP di depan panggung.

“Sedare mare yang jauh mari merapat, duduklah di kursi yang kosong jangan segan. Silakan maju ke depan”, ucap Nurdin.

Sebelumnya, Nurdin juga mengajak masyarakat untuk merenung. Juga mengintropeksi diri terhadap apa yang sudah diperbuat dan direncanakan.

“Teruslah Merajut Kebersamaan Membangun Kepulauan Riau. Kalau bukan kita siapa lagi,” ajak Nurdin.

Sebelum acara puncak, Gubernur Nurdin, Tawarich Wagub Isdianto dan Hj Rosmerry, Hj Rismarini melakukan pemotongan tumpeng sebagai wujud refleksi rasa syukur atas usia ke-16 tahun Provinsi Kepri. Potongan tumpeng pertama diserahkan Isdianto kepada Drg Hj Shufiar Hardi Susilo (Bandung), Hj Aida Ismet Abdullah, Hj Aisyah M Sani dan Hj. Elza Zen (Jakarta). Nurdin Basirun juga menyerahkan tumpeng kepada Sintyia, yang kembali menyerahkan lukisan kepada Gubernur.

Tuesday, September 25, 2018

Terus Mengabdi Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan, reflkesi dari peringatan hari jadi Kepulauan Riau ke-16 tahun ini adalah momen untuk terus bekerja keras. Juga terus menjalin komunikasi dan koordinasi untuk mengokohkan Kepri sebagai daerah maritim yang mampu mendongkrak potensi demi meningkatkan kesejahteraan.

“Dukung kami, doakan kami, ayo bersama kita bangun Kepulauan Riau ini agar jaya dan sejahtera,” ujar Nurdin saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Kepri dalam rangka peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau ke-16 di ruang sidang utama kantor DPRD, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (24/9).

Di usia ke-16 ini, menurut Nurdin masih sedikit pemberian dan kerja keras yang diberikan jajaran Pemerintah. Namun Nurdin mengajak semua pihak untuk terus bersyukur karna Allah akan terus memberikan nikmat yang besar bagi umatnya yang senantiasa bersyukur.

Kemudian, luasnya wilayah dan banyaknya potensi yang dimiliki Kepulauan Riau, ditambahkan Nurdin merupakan tantangan kedepan yang tidak mudah.

“Kalau kita kelola dengan baik tentu akan menjadi peluang yang besar,” lanjut Nurdin.

Terkait penghargaan WTP yang didapat Provinsi Kepri dikatakan Nurdin, bukan dijadikan bahan untuk berbangga diri atas capaian keberhasilan itu atau sebagai tujuan akhir, namun dijadikan acuan untuk memulai dan meningkatkan kembali kemampuan menjalankan roda pembangunan.

“Karena perjalanan masih panjang, berikan hasil yang terbaik yang dapat dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat,” tambah Nurdin lagi.

Terakhir, Nurdin menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh jajaran DPRD yang mana selama ini telah bekerja keras bersama-sama Pemerintah dalam membangun Kepri.

“Kebersamaan dan koordinasi setiap masukan dan saran dari pihak dewan merupakan bekal berharga bagi kita untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan lancar,” tutup Nurdin.

Sementara itu, Pimpinan sidang Ketua DPRD Jumaga Nadeak mengatakan bahwa tanpa terasa sudah 16 tahun yang lalu Kepulauan Riau mampu berdiri sendiri menjalankan roda pemerintahan setelah disahlan nya UU Nomor 25 Tahun 2002 tentang pembentukan Provinsi Kepri oleh DPR RI, serta landasan hukum kuat lainnya yakni Perda Nomor 4 Tahun 2005 yang telah diperbaharui dengna Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Hari Jadi Kepri.

Banyak yang dilakukan bersama antara Pemerintah Daerah bersama DPRD Provinsi Kepri dalam perbaikan dan penyempurnaan aspek dalam segala sektor pembangunan, yang kata Jumaga merupakan cerminan jati diri anak negeri membawa daerahnya untuk maju menggapai cita-cita penerus negeri.

“Setinggi apapun gelombang yang dihadapi, kita yakin dan mampu melewatinya dan mewujudkan masyarakat Kepri yang sejahtera,” ujar Jumaga.

Jumaga melanjutkan bahwa diusia yang semakin beranjak dewasa, Kepri mampu menunjukan eksistensi diri dengan potensi wawasan industri serta berbagai penghargaan dari pusat, merupakan bentuk keseriusan daerah menjalankan amanah dari pemerintah pusat juga undang-undang.

“Saya yakin Negeri Melayu ini akan mampu menjadi lokomotif pembangunan dibagian barat Indonesia,” lanjut Jumaga.

Jumaga menambahkan dari usia nya yang semakin matang, ibarat manusia yang semakin tumbuh dan menarik, maka Kepri diharapkan dapat semakin dewasa dan dapat menarik.

“Menarik bagi investor dan lainnya dalam hal pengembangan pembangunan didaerah,” tutup Jumaga.

Paripurna sendiri berlangsung tertib, di awali dengan pembacaan ayat suci al-quran. Kemudian dilanjutkaj dengan paduan suara dari Gema Mustika dari Dinas Kebudahaan yang membawakan dua buah lagu yakni Segantang Lada dan Negeri Bahari.

Gubernur Hadir berserta Istri Hj Noor Lizah Nurdin Basirun, Wakil Gubernur H Isdianto beserta Istri Hj Rosmery Isdianto, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah beserta Istri Hj Rismarini Arif Fadillah. Hadir pula Wakil Ketua I II dan III DPRD Riski Faisal, Husnizar Hood dan Amir Hakim beserta anggota DPRD lainnya, perwakilan FKPD juga Kepala OPD, Ketua BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Ketua LAM Kepri Abdul Razak, Tokoh masyarakat Kepri H Ismeth Abdullah beserta Istri Hj Aida Ismeth juga Hj Aisyah Sani, beserta tamu undangan lainnya

Jaksa Agung, Gubernur, Wagub Luncurkan Proyek Gurindam 12

Gubernur H Nurdin Basirun mengajak masyarakat untuk merapatkan barisan, bergandeng tangan bersama-sama ikut membangun Kepri dari semua sisi sesuai dengan kapasitas dan posisi masing-masing. Dengan kebersamaan, saatnya meraih tujuan berdirinya provinsi ini, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat

“Jangan habiskan waktu hanya untuk menebar fitnah. Mari satukan diri, rangkul semua. Ayo kita bekerja bangun Kepulauan Riau agar sejahtera,” ujar Nurdin saat memimpil Upacara Peringatan HUT Kepri ke 16 di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (24/9).

Peringatan Hari Jadi ini juga disejalankan dengan Launching Proyek Jalan Lingkar Gurindam 12 dan Peresmian Sejumlah Proyek Strategis. Peluncuran itu ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Jaksa Agung HM Prasetyo, Gubernur H Nurdin Basirun, Wakil Gubernur H Isdianto. Ada juga Kaban Diklat Kejaksaan Agung RI Setia Untung Arimuljadi, JAM Intel Jan S Marinka, Kajati Kepri Dr Asri Agung Putra, Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Wakil Ketua DPRD Husnizar Hood, mantan Gubernir Kepri H Ismeth Abdullah, mantan Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana dan Staf Khusus Gubernur Kepri Laksamana (Purn) Marsetio.

Saat  ini, kata Nurdin Pemprov Kepri terus menggesa dan menyelesaikan beberapa proyek strategis. Muara dari segala kegiatan pembangunan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan sektor maritim juga menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan Nawa Cita Presiden yaitu membawa kejayaan maritim Indonesia. Semua itu juga untuk menjaga martabat bangsa.

“Kepri dengan wilayah lautan yang luas serta ribuan pulau, kita yakin mampu mewujudkan hal tersebut,” tutup Nurdin.

Upacara berlangsung tertib dan khidmat. Gubernur bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dengan Komandan Upacara adalah Wakil Bupati Lingga M Nizar. Dimulai dengan tari persembahan, upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih oleh pasukan Paskibraka, kemudian pembacaan Visi dan Misi Provinsi Kepri oleh Wakil Ketua II DPRD Kepri Huznizar Hood dan ditutup dengan pembacaan doa.

Unggul di bidang maritim, kata Nurdin bukan lagi sekadar wacana dan angan belaka. Mulai sekarang harus dipersiapkan dan digerakkan. Apalagi Kepri sebagai daerah kepulauan dengan wilayah laut yang besar.

“Masyarakat pesisir bukan hanya sebagai pekerja lagi, namun dalam arti kita membangun armada masyarakat yang mampu berdiri sendiri dan unggul sebagai tuan dirumah sendiri,” ujar Nurdin.

Untuk itu Nurdin menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mejaga keutuhan laut yang ada di Kepri saat ini, salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan.

Jaksa Agung RI  Dr. (Hc) H. Muhammad Prasetyo, SH memberi apresiasi Pemerintah Provinsi Kepri yang dengan konsisten melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai pelosok daerah untuk mensejahterakan masyarakat. Termasuk rencana pembangunan proyek Gurindam 12 serta peresmian proyek-proyek strategis yang tersebar di seluruh Kepri di Hari Jadi Kepri ke-16, tahun 2018 ini.

Menurut Prasetyo pembangunan yang mengacu kepada sarana dan sarana adalah labgkah tepat dalam menbangun daerah. Karena hal ini akan memacu lajunya investasi yang akan masuk, membuka lapangan pekerjaan serta bisa membuka daya saing dengan daerah lain.

“Seluruh prestasi yang diraih oleh Kepri saat ini dan kedepan, dampaknya akan dirasakan secara luas. Proyek Gurindam 12 dan jalan lingkar di Kepri yang akan diresmikan ini memiliki makna yang sangat strategis. Hal ini akab melahirkan dampat twrhadap aktifitas perekonomian dan pariwisata serta yang lainnya,” kata Datok Wira Amar Adiwansa Prasetyo dalam sambutannya dihadapan seluruh undangan yang menghadiri upacara hari jadi Provinsi Kepri ke-16 di halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Prasetyo juga menegaskan bahwa para Jaksa diseluruh daerah senantiasa akan meningkatkan sinergisitas dengan Pemerintan serta dengan stakeholder lainnya dalam menggesa terwujudnya pembangunan yang terencana serta berbasis peraturan yang jelas. Hal ini demi tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan merata, adil dan makmur.

“Ibarat pohon, daunnya adalah kita. Fikiran,  perlaku, tindakan dan kata adalah putiknya. Mari kita menjadi sebuah pohon yang rindang dan yang menghasilkan buah yang lebat. Sehingga siapapun yang kita ayomi merasa nyaman dan sejahtera,” ujar Prasetyo dalam pesan moralnya.

Satu kendala yang dihadapi Kepri adalah masalah pendistribusian pegawai. Kondisi Kepri yang terpisah-pisah oleh laut membuat penempatan pegawai tidak merata. Namun demikian, Prasetyo berharap hal ini tidak begitu signifikan dampaknya oleh Pemerintah Daerah di Kepri.

Menurut Jaksa Agung, seungguhnya Pemerintah hadir dalam melecutkan potensi daerah yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jaksa Agung melanjutkan, bahwa langkah dan aturan yang dilakukan Provinsi Kepri dalam menjalankan berbagai proyek tersebut sudah benar.

“Untuk itu diharapkan tersedia sarana dan prasarana yang nantinya dapat membuka lapangan pekerjaan, menekan biaya produksi dan siap berdaya saing,” lanjut Prasetyo.

Setelah menandatangai prasasti dan pemencetan tombol secara simbolis, Gubernur selanjutnya menuju ke tepi laut depan halaman Gedung Daerah

Sebanyak 8 (Delapan) proyek strategis diresmikan yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Nurdin antara lain:- Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap RS Bhayangkara Polda Kepri, Batam. – Proyek Pembangunan Pelabuhan Bandar Sijantung Kecamatan Galang, Batam. – Proyek Jembatan I Dompak, Tanjungpinang. – Proyek Peningkatan Jalan Bukit Leman-Transbatui-TanjungDuku, Natuna. – Kantor Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Bintan. – Proyek Pembangunan Markas Komando Satpol PP Provinsi Kepri. – Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap Kelas III Instalasi Jiwa di RSUD Raja Engku Haji Daud, Bintan. – Proyek Pengadaan Cathlab Angiography, ESWL dan MRI di RSUD Raja Ahmad Thabib, Tanjungpinang.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan sejumlah bantuan-bantuan dengan rincian: 1. Bidang Pertanian

(Bantuan Hand Traktor, Mini Traktor dan Traktor kepada perwakilan Gapoktan Sukajadi Desa Sawang, Kundur. Serta bantuan 11 unit alat mesin pertanian hand traktor secara simbolis kepada Kelompok Tani Harapan Maju, Tanjungpinang) kemudian 2. Bidang Perikanan dan Kelautan yakni (Bantuan 7 unit sampan Ketinting dan Bantuan Alat Tangkap Kawat Bubu dan Bubu Ketam). Lalu 3. Bidang Perhubungan (10 buah perahu tradisional kepada warga Pulau Penyengat) dan  4. Bidang Pendidikan (Bantuan pelayanan transportasi siswa dan guru daerah Hinterland dengan total anggaran Rp 1.000.000.000 dan yang sudah disalurkan sebesar Rp497.000.0000 kepada 536 siswa dan 192 guru).

Gubernur Hadir bersama Istri Hj Noor Lizah Nurdin Basirun, Wakil Gubernur H Isdianto bersama Istri Hj Rosmery Isdianto, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah bersama Istri Hj Rismarini Arif Fadillah, kemudian turut hadir Bupati dan Wali Kota Se Provinsi Kepri. Lalu Jaksa Agung RI HM Prasetyo, Kajati Kepri Asri Agung Putra, Darem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno, Danlanud RHF Kolonel Pnb M Dadan Gunawan, Kepala Kantor Pertahanan Kepri Brigjen TNI Andrias Pong Bija, Kabinda Kepri Brigjen Pol Suharyono, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Rektor UMRAH Syafsir Akhlus, Tokoh masyarakat, Beserta tamu undangan lainnya.

Monday, September 24, 2018

Ucapan Selamat Hari Jadi Provinsi Kepri Ke-16 Tahun 2018

Membangun Infrastruktur, Memeratakan Kesejahteraan dan Bahagiakan Masyarakat

Ketika Badan Pusat Statistik menerbitkan Indeks Kebahagiaan menurut Provinsi, Kepulauan Riau selalu berada di atas rata-rata nasional. Kebahagiaan itu selalu meningkat dalam dua kali indeks yang diterbitkan BPS. Tahun 2014, indeks kebahagiaan Kepri berada pada kisaran 72,42. Tahun 2017, ketika disyiarkan lagi, indeks kebahagiaan Kepri berada di angka 73,11.

Angka ini jauh berada di atas rata-rata nasional sebesar 70,69. Dan Kepri, berdasarkan survei pengukuran tingkat kebahagiaan (SPTK) merupakan yang tertinggi di Sumatera. Untuk nasional, Kepri berada di peringkat ketujuh, setelah Maluku Utara (75,68), Maluku (73,77), Sulawesi Utara (73,69), Kalimantan Timur (73,57), Kalimantan Utara (73,33) dan Gorontalo (73,19).

Yang terbahagia di Sumatera barangkali menjadi pemicu pemerintah untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Sesuai visi misinya, Gubernur H Nurdin Basirun dan Wakil Gubernur H Isdianto memang ingin menjadikan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera. Sejahtera yang membuat bahagia.

Tak hanya Indeks Kebahagian, Kepri menjadi yang tertinggi di Sumatera. Tahun 2018,
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri merupakan yang tertinggi di Sumatera dan berada di posisi empat se-Indonesia.

Menurut Nurdin, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan juga ikut mendorong peningkatan indeks pembangunan manusia. Pemprov Kepri akan terus mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang semakin baik. Karena itu, dia berterima kasih dengan banyak pihak yang berperan aktif sesuai bidang masing-masing meningkatkan kualitas SDM Kepri.

Dalam catatan BPS, peningkatan IPM menandakan harapan untuk hidup, baik dari dimensi kesejahteraan, harapan hidup, sekolah, maupun hidup layak semakin panjang.
IPM disusun dengan menggunakan tiga dimensi, yakni dimensi kesehatan yang diukur dengan indikator umur harapan hidup, dimensi pengetahuan dan pendidikan yang diukur dengan harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta dimensi hidup layak yang didekati dengan pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

Dalam catatan BPS, peningkatan IPM menunjukkan adanya peningkatan kesehatan, pendidikan dan pemenuhan kebutuhan hidup. Karena itu, Nurdin menyampaikan dia selalu mengajak komponen masyarakat melakukan yang terbaik untuk negeri ini.

Di Bidang Pendidikan, capaian pembangunan ditunjukkan dengan meningkatnya angka partisipasi kasar SMA/MA/SMK dari 85,17% pada tahun 2016 menjadi 87,11% pada tahun 2017. Namun, capaian pembangunan yang paling signifikan adalah meningkatnya persentase lulusan SMA/ MA yang diterima di perguruan tinggi yaitu dari 15% pada tahun 2016 menjadi 35,42% pada tahun 2017.

Hal ini memberikan harapan terhadap meningkatnya kapasitas sumberdaya manusia di Kepulauan Riau yang merupakan modal dasar bagi pembangunan daerah. Selain itu, persentase lulusan SMK yang diterima di dunia kerja juga meningkat signifikan dari 15% pada tahun 2016 menjadi 50% pada tahun 2017. Ini merupakan indikasi bahwa kualitas pendidikan kejuruan di Provinsi Kepulauan Riau mampu memenuhi ekspektasi pasar kerja.

Nurdin berterima kasih atas peran serta semua pihak sehingga apanyang dicita-citakan terus terealisasi. Terima kasih disampaikan Nurdin kepada pimpinan DPRD Kepri dan seluruh anggota DPRD Kepri. Demikian juga dengan seluruh pemangku kepentingan di Kepri. Ada TNI dan Polri dengan perannya yang menbuat Kepri semakin nyaman, aman dan kondusif. Demikian juga dengan Kejaksaan dengan TP4D-nya yang dengan pengawasan hukumnya membuat pembangunan berjalan sebagaimana mestinya.

“Doa dan dukungan masyarakat sangat kami harapkan sehingga apa yang kita harapkan menjadi kenyataan,” kata Nurdin.

Banyak sektor pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah. Tapi hal yang juga diprioritaskan Nurdin dan Isdianto adalah pembangunan akhlak dan karakter generasi muda.

Salah satu bidang yang saat ini gencar dibangun dan mendapatkan prioritas dalam pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau adalah bidang infrastruktur. Gencarnya pembangunan di bidang infrastruktur dapat dilihat dengan terus dibangunnya jalan, jembatan, pelabuhan, dermaga, air bersih dan listrik.

Menurut Nurdin, prioritas pembangunan yang sudah direncanakan harus difokuskan. Prioritas-prioritas yang direncanakan selama ini adalah pembangunan infrastruktur.

“Apalagi pembangunan infrastruktur ini ikut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Nurdin.

Sejauh ini Pemerintah Provinsi terus melakukan pembangunan infrastruktur di setiap kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri dengan mempertimbangkan aspek pemerataan dan kebutuhan. Pembangunan jalan-jalan yang bernilai ekonomis dan mampu menjadi generating factor ekonomi dan membuka isolasi wilayah terpencil terus dilakukan di seluruh kabupaten/kota.

Hasil pembangunan sarana dan prasarana fisik ini telah menunjukkan hasil yang signifikan dimana dapat dilihat dari indikator pengembangan infrastruktur Kepri yang menunjukkan terjadinya peningkatan presentase jalan provinsi berkondisi baik yaitu dari 593,54 Km pada tahun 2016 menjadi 603,3 Km pada tahun 2017 atau meningkat dari 66,21% pada tahun 2016 menjadi 67,31% pada tahun 2017.

Selain pembangunan infrastruktur di kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi juga meningkatkan pembangunan infrastruktur dalam kawasan pusat pemerintahan Istana Kota Piring Dompak, Tanjungpinang. Pembangunan infrastruktur kawasan pusat pemerintahan meliputi peningkatan jalan, pembangunan trotoar, penataan median jalan, penataan bundaran dan taman, serta pembangunan gerbang di pintu masuk Jembatan I Dompak menuju Istana Kota Piring. Langkah peningkatan infrastruktur pusat pemerintahan ini dilakukan agar Istana Kota Piring dapat menjadi kawasan hijau dan nyaman bagi masyarakat yang berkunjung.

Gagasan pengembangan Istana Kota Piring sebagai kawasan baru tidak terbatas pada fungsi kawasan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau saja, melainkan juga telah diarahkan pada pengembangan fungsi-fungsi lainnya seperti pendidikan, olah raga, rekreasi, bisnis, dan permukiman bagi penduduk asli Pulau Dompak yang bermata pencaharian sebagai nelayan.

Terkait dengan hal tersebut, saat ini juga sedang dibangun lapangan sepak bola dan road race sirkuit yang ditujukan untuk mengembangkan minat olah raga masayarakat di bidang persepakbolaan dan olah raga road racing bagi generasi muda. Melalui pengembangan fasilitas olah raga ini diharapkan prestasi olah raga Provinsi Kepulauan Riau juga akan semakin meningkat dan generasi muda yang suka kebut-kebutan di dalam Kota Tanjungpinang dapat diarahkan pada satu kawasan yang terkonsentrasi yang mudah diawasi dan dikendaikan sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat pengguna jalan.

Perhatian Pemprov Kepri dalam pembangunan infrastruktur tidak hanya tertuju pada upaya membangun Ibukota Provinsi Kepri saja melainkan juga pada pengembangan infrastruktur di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau. Pemerintah Provinsi menyadari bahwa dengan kondisi APBD yang terbatas, pembangunan infrastruktur harus dipertimbangkan sebaik mungkin dengan memprioritaskan manfaat ekonomi yang diberikan apabila infrastruktur tersebut selesai dibangun.

Pembangunan infrastruktur di daerah juga diarahkan pada upaya membuka konektivitas antar wilayah kota-perdesaan sehingga mampu membuka isolasi daerah terpencil dan meningkatkan kapasitas arus barang dan jasa serta mengurangi disparitas antar wilayah. Wilayah-wilayah terpencil yang sebelumnya tidak tersentuh oleh pembangunan infrastruktur seperti beberapa lokasi di Natuna, Anambas, dan Lingga kini mendapatkan sentuhan pembangunan infrastruktur dari Pemprov Kepri.

Peningkatan Jalan Bukit Leman – Trans Batubi – Tanjung Kudu Sedanau dan Jalan Trans Batubi – Kelarik di Kabupaten Natuna merupakan salah satu contoh upaya membuka konektivitas dan isolasi wilayah terpencil yang telah dilakukan oleh Pemprov Kepri. Demikian juga dengan peningkatan Jalan Temburun – Pasir Peti di Kabupaten Anambas dan peningkatan Jalan Musai – Kerandin di Kabupaten Lingga. Dengan adanya jalan-jalan baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas kawasan kota-desa dan memperlancar arus barang dan jasa sehngga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain hal tersebut di atas, pembangunan jalan-jalan baru juga diarahkan pada kawasan urban dengan maksud memperluas wilayah perkotaan agar terbentuk kawasan-kawasan baru dan mengurangi beban kawasan lama yang semakin padat. Dalam hal ini, peningkatan Jalan Coastal Area di Kabupaten Karimun merupakan salah satu contoh dari upaya sebagaimana dimaksud.

Meningkatnya jumlah kendaraan di kawasan perkotaan seperti Kota Batam telah menimbulkan masalah baru berupa kemacetan lalu lintas. Karenanya, kegiatan pelebaran jalan dan penambahan jalur-jalur baru perlu dilakukan. Sejak tahun 2017-2018 beberapa jalan di Kota Batam seperti Simpang Frangky, Simpang BNI, Simpang Underpass, dan Jalan Muka Kuning telah dilakukan pelebaran dan penambahan jalur baru. Perbaikan jalan-jalan yang rusak juga terus dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Meskipun kegiatan pelebaran jalan di Batam dilakukan secara bertahap, namun secara konsisten Pemprov Kepri terus menganggarkannya dalam APBD.

Dalam rangka meningkatkan kualitas infrastruktur daerah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta memperluas lapangan kerja maka Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah merencanakan beberapa proyek strategis infrastruktur yang saat ini sedang dalam tahap perencanaan maupun telah dimulai pekerjaan fisiknya di lapangan. Adapun proyek strategis tersebut terdiri dari pembangunan kawasan Gurindam 12, pembangunan Jembatan Batam Bintan, pengembangan KEK Tanjung Sauh, KEK Pulau Asam, dan KEK Galang Batang.

Proyek Gurindam 12 berlokasi di Kota Tanjungpinang dan pada intinya merupakan penataan kawasan di sepanjang pantai Kota Tanjungpinang dengan tujuan mengantisipasi persoalan kemacetan di masa yang akan datang, menjadikan ikon baru pariwisata di Kota Tanjungpinang. Yang terpenting adalah sebagai trigger bagi mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kota Tanjungpinang yang berperan sebagai Ibukota Provinsi Kepulauan Riau.

Pembangunan tahun pertama proyek Gurindam 12 akan dimulai dari kawasan Pelabuhan Sri Bintan Pura (Ocean Corner) hingga kawasan Tanjung Buntung (depan Monumen Raja Haji Fisabilillah). Dimana sepanjang kawasan tersebut akan dilakukan reklamasi untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 4,7 Hektar dengan jarak dari darat ke laut mencapai 150 meter.

Proyek Gurindam 12 mencakup pembangunan di kawasan Pantai Impian, Batu Hitam, Teluk Keriting, Tugu Pinsil, Tepi Laut, Taman Gedung Gonggong, Pelabuhan Sri Bintan Pura, Pelantar I dan II, sampai ke kawasan Pinang Marina dan Kampung Bugis.

Jembatan Batam Bintan, yang menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan dengan jarak tempuh 13 Km dengan perincian panjang jembatan mencapai 7 Km dan panjang jalan darat 6 Km. Keberadaan jembatan ini sangat penting karena dapat meningkatkan aktivitas perekonomian, pariwisata, mobilitas orang, kendaraan, barang dan jasa, industri serta pasokan air bersih dan gas dari Batam – Bintan.
Untuk mendukung pembangunan jembatan ini maka Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menyiapkan dokumen Feasibility Study dan Detailed Engineering Design.

Selain itu, ada juga pengembangan KEK Tanjungsauh, KEK Galang Batang dan KEK Pulau Asam.

Menurut Wagub Isdianto, membangun tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga pemerataan kesejahteraan.

“Dengan kesejahteraan yang merata, semua bisa menikmati,” kata Isdianto.

Apalagi Kepri dengan 2.408 pulau. Semua daerah, secara perlahan harus terbangun dan saling mendukung. Agar tidak hanya satu kabupaten kota saja yang mengalami percepatan pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan. Tapi harus semua.

Sementara, untuk konektiviti infrastruktur, Pemprov Kepri terus mengesanya dengan berbagai cara. Baik dengan APBN, APBN ataupun mensenergikan sumber dana resmi dan sah.

Karena bagi Nurdin dan Isdianto, pemimpin itu harus mensejahterakan rakyatnya. Apalagi, Kepri sudah berusai 16 tahun. Tentu Nurdin dan Isdianto ingin infrastruktur yang memicu dan memacu ekonomi rakyat semakin banyak dibangun. Kesejahteraan yang merata dengan indeks kebahagiaan yang tak terkira.

Selama Tak Menyimpang dari Aturan, Jangan Ragu dalam Membangun

Jaksa Agung H.Muhammad Prasetyo meminta semua pejabat di seluruh Provinsi Kepri untuk tidak ragu dalam merealisasikan kebijakan pembangunan di daerah ini, selama tidak menyimpang dari aturan hukum yang berlaku. Prasetyo menjanjikan, Kejaksaan Agung bakal berperan aktif memberikan bantuan dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dengan demikian, pengawalan pembangunan dan investasi seperti yang diharapkan oleh Presiden bisa terpenuhi. Pejabat maupun investor tidak perlu lagi merasa khawatir atau takut dalam memajukan program pembangunan negara karena dikawal oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan Pembangunan (TP4)

Tim P4 akan menitikberatkan pada pengawalan yang sifatnya preventif atau pencegahan. Meski demikian, jika dalam proses terjadi penyimpangan, Prasetyo menjamin pihaknya tanpa segan bakal melakukan penindakan.

“Bupati, Walikota jangan kuatir. Saya sudah perintahkan agar Kajati, Kajari untuk mengawal pembangunan.

Kalau ada oknum Kajari bahkan Kajati macam-macam akan kita tertibkan, dan kita eksekusi. Itu sudah kita buktikan,” kata Prasetyo saat memberikan pengarahan dan pemaparan hukum dihadapan kepala daerah dan ASN se-Provinsi Kepri di Aula Kantor Gubernur, Ahad (23/9).

Untuk proyek pembangunan di Kepri sejauh ini sudah berjalan dengan baik. Bahkan pembangunan-pembangunan yang sudah dikerjakan berjalan dengan baik.

Atas dasar itu, Prasetyo mendukung pelatakan batu pertama pembangunan Gurindam 12.

“Kalau proyek ini selesai, Saya yakin tidak akan kalah dengan Jimbaran di Bali. Bahkan Kepri bisa mengalahkan Singapura jika ini bisa terlaksana,” kata Jaksa Agung.

Lebih lanjut Prasetyo juga meminta agar aparat bekerja dengan kerja cerdas. “Banyak aparat yang masih bekerja santai. Bahasa Jawanya alon-alon asal kelakon. Kalau sekarang, tidak bisa lagi karena kita sedang berada direvolusi industri,” tegasnya.

Sementara itu Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan bahwa saat ini Kepulauan Riau terus mendorong pembangunan di berbagai sektor di seluruh Kabupatan dan Kota secara merata, pelaksanaan dan keberhasilan dari Pembangunan tersebut tidaklah berarti jika tidak ditopang oleh pengetahuan dan pemahaman hukum yang benar.

“Kami siap mendengar dan menjalankan arahan dari pembekalan hukum yang akan disampaikan Bapak Jaksa Agung,” ujar Nurdin pada kesempatan ini.

Nurdin melanjutkan bahwa saat ini, semangat membangun yang dimiliki pemerintah daerah tidaklah memudar bahkan terus membara dan meningkat, salah satunya disektor Infrastrukur, Nurdin menyampaikan salah satu proyek strategis yakni pembangunan jalan lingkar gurindam 12 Tanjungpinang yang mana dalam hal ini kegiatan tersebut telah masuk dalam pengawasan TP4D.

“Pemerintah mendorong sektor pariwisata dalam meningkatkan perekonomian daerah, selain itu sektor lain seperti dibidang kesehatan dan pendidikan juga tetap kami tingkatkan,” lanjut Nurdin.

Hampir seluruh pejabat hadir pada kesempatan ini seperti Wakil Gubernur Kepri H Isdianto, Wali Kota Batam M Rudi, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Bupati Anambas Abdul Harris, Bupati Natuna Hamid Rizal, Bupati Lingga Alias Wello, Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam dan Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma .

Dari FKPD sendiri hadir Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema dan Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R Eko Suyatno. Kemudian hadir pula Sekda, Asisten, Kepala OPD dan Pejabat Struktural se Provinsi Kepulauan Riau.

Nurdin mengapresiasi kepada semua pejabat  yang hadir dan memenuhi ruangan pada hari ini. Menurut Nurdin ini merupakan kesatuan akan keinginan bagi para pejabat untuk menambah bekal terkait pengarahan dan pembinaan hukum dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Ikuti dan pahami dengan maksimal pembekalan hari ini agar bapak dan ibu dapat menjalankan pembangunan dengan baik lancar dan terarah,” pesan Nurdin.

Sementara itu, Kepala Kejati Kepri Asri Agung Putra mengatakan bahwa di usia nya yang ke-16 Kepulauan Riau saat ini, sedang giat-giatnya menjalankan pembangunan dan dalam hal ini Kejaksaan berusaha semaksimal mungkin untuk ikut serta mengaselerasi dibidang pengawasan dan pengawalan hukum. Yakni dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Asri melanjutkan pada Tahun 2018 ini terdata hingga bulan Agustus sebanyak 208 kegiatan pembangunan di Kepulauan Riau yang ikut dalam pengawalan Kejaksaan dan hingga saat ini belum memiliki kendala yang berarti.

“Kami sadar TP4D masih memiliki kekurangan namun kami tetap berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kualitas kami salah satunya mengingkatkan kompetensi dan pendalaman program dari peran ini,” lanjut Asri.

Pembekalan hukum sendiri mengambil tema “Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Koruptif di Lingkungan Provinsi Kepri”.

Selaku Ketua Panitia Pelaksana, Sekdapov H TS Arif Fadillah dalam laporannya mengatakan bahwa latar belakang pelaksanaan pembekalan ini adalah terkait permasalahan hukum yang patut didalami oleh semua unsur masyarakat terutama bagi penyelenggara Pemerintahan. Apalagi Kepulauan Riau dengan titik posisi strategis dalam lingkup NKRI yang mana membawa dampak positif, sekaligus dampak negatif.

Kesadaran hukum juga masih perlu ditingkatkan bagi semua elemen masyarkaat terutama pejabat Pemerintahan dalam menjalankan pembangunan. Pun dengan koordinasi antara semua pihak terkait pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga hasil dan pelaporannya perlu berjalan sesuai dengan kaidah hukum.

“Untuk itu Kejaksaan memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan melalui pengawalan dan pengamanan dengan TP4D,” ujar Arif.(***)

Bangun Sesuai Kaidah Hukum, Demi Wujudkan Kepri Sejahtera

Gubernur H Nurdin Basirun yakin dengan kebersamaan yang terus terjalin diantara semua pihak terkait, dan saling bahu membahu maka pembangunan di Kepulauan Riau akan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Yang paling penting adalah berjalan sesuai koridor hukum dan aturan yang berlaku,” ujar Nurdin saat menghadiri acara bhakti sosial operasi katarak gratis dan peresmian lapangan tenis Adhyaksa Sakti dan Mess Adhyaksa Kejaksaan Tinggi Kepri oleh Jaksa Agung RI di Kantor Kejati, Senggarang, Tanjungpinang, Sabtu (22/9)

Gubernur sendiri hadir bersama Wakil Gubernur H Isdianto, Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul, Bupati Bintan Apri Sujadi, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Bupati Anambas Abdul Harris, Bupati Natuna Hamid Rizal dan Wakil Bupati Lingga M Nizar.

Nurdin melanjutkan, kehadiran Kejaksaan dengan TP4D nya sangat tepat yang mana dalam pelaksanaan roda pemerintahan dan penyerapan anggaran dapat berjalan tertata dan lancar.

“Karna ada pengawasan hukum dengan kehadiran TP4D dari kejaksaan,” lanjut Nurdin.

Kedatangan Jaksa Agung RI sendiri menurut Nurdin, disambut suka cita karna bertepatan pula dengan perayaan hari jadi Kepri ke-16. Nurdin berharap kedatangan Jaksa Agung membawa keberkahan bagi masyarakat di Kepri.

“Bantu kami, tuntun kami sehingga langkah ini benar dan tepat sesuai kaidah aturan hukum untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” tutup Nurdin.

Sementara itu, Jaksa Agung RI HM Prasetyo dalam sambutannya mengajak semua pihak baik stakeholder didaerah, semua elemen masyarakat juga para pengusaha untuk bersatu ditengah keberagaman. Keberagaman tersebut harus dikemas dengan baik yang nanti bersama-sama membangun bangsa dan negara menuju kejayaan untuk kesejahteraan.

“Apalagi Kepri memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan dengan tujuan satu yakni kesejahteraan masyarakat,” ujar Prasetyo.

Terkait dengan TP4D, kata Prasetyo secara langsung sangat berkontribusi positif untuk keberhasilan pembangunan di daerah.

Kemudian terkait penyelenggaraan bhakti sosial sendiri menurut Prasetyo sangat baik untuk digelar. Karena semua pihak harus ikut andil dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan terbebas dari penyakit.

“Karna kesehatan merupakan insturmen penting dalam kehidupan,” lanjut Prasetyo.

Kemudian, Kajati Kepri Asri Agung Putra dalam laporannya mengatakan bahwa pelaksanaan bhakti sosial merupakan momen yang membanggakan karna bertepatan dengan perayaan hari jadi Provinsi Kepri ke-16.

“Kegiatan ini merupakan upaya mewujudkan masyarakat Kepri yang sehat sejahtera serta maju sejajar dengan Provinsi lainnya di Indonesia,” ujar Asri.

Adapun dari data yang disampaikan Asri, hingga hari ini telah terdaftar jumlah pasien yang mengikuti operasi gratis ini adalah sebanyak 220 orang. Dengan rincian Tanjungpinang sebanyak 65 orang, Batam sebanyak 32 orang, Bintan sebanyak 56 orang, Karimun sebanyak 14 orang, Lingga sebanyak 13 orang, Anamabas sebanyak 13 orang dan Natuna sebanyak 3 orang.

Kemudian terkait peresmian lapangan tenis dan mess, Asri mengatakan bahwa keduanya merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Kepri yang mana bertujuan untuk meningkatkan kesehatan maupun prestasi dibidang olah raga, untuk itu Asri meminta kesediaan

“Juga yang terpenting adalah untuk menjalin silaturahmi diantara kita,” lanjut Asri.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian lapangan tenis dan mess Adhyaksa yang ditandai dengan penandatanganan prasati secara simbolis oleh Jaksa Agung RI HM Prasetyo.

Sebelumnya, Gubernur bersama Wakil Gubernur dan Sekda beserta Istri menjemput langsung kedatangan Jaksa Agung RI HM Prasetyo di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjungpinang yang datang dengan menggunakan pesawat Garuda pada pukul 12.30 wib.

Disana Jaksa Agung disambut secara adat melayu dengan tepuk tepung tawar yang dipimpin oleh Ketua LAM Kepri Abdul Razak beserta jajaran. Tampak pula hadir pada penyambutan tersebut Kajati Kepri Asri Agung Putra, Danrem 033/WP Brigjen TNi Gabriel Lema, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R Eko Suyatno dan Danlanud RHF Kolonel Pnb. M Dadan Gunawan beserta tamu undangan lainnya.

* Tinjau Operasi Katarak

Gubernur Nurdin mendampingi Jaksa Agung RI HM Prasetyo beserta rombongan lainnya melanjutkan kunjungan ke RSUD Provinsi Raja Ahmad Thabib, Tanjungpinang untuk meninjau pelaksanaan operasi katarak.

Menurut Nurdin pelaksanaan bhakti sosial ini sangat baik dalam membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Terutama bagi masyarakat untuk kesembuhan penyakitnya,” ujar Nurdin.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah yang lebih dulu mengunjungi RSUD Raja Ahmad Thabib pun

menyambut baik setiap program-program bhakti sosial yang dilaksanakan.

“Semua tujuannya kembali untuk kebaikan masyarakat,” ujar Arif.

Dalam kunjungannya ke RSUD, Nurdin langsung ikut masuk keruang operasi dan melihat proses operasi secara langsung, disana salah satu pasien yang telah dibius hingga dua kali, namun keadaan matanya masih aktif berkedip, hingga Nurdin ikut memegang pasien dan membacakan sedikit doa barulah di bius yang ketiga kalinya lalu mata pasien tersebut sudah terkontrol dan bisa untuk melanjutkan operasi.

Jaksa Agung Dianugerahi Gelar Datok Wira Amar Adiwangsa

Jaksa Agung RI HM Prasetyo mendapat gelar kebesaran dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. Penabalan Gelar Adat “Datok Wira Amar Adiwangsa” kepada Dr.(Hc) HM Prasetyo SH dilaksanakan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu (22/9) malam.

Terhadap gelar adat ini, Jaksa Agung HM Prasetyo  mengatakan ini adalah sejarah paling bahagia dia bersama pasangannya. Karena diberi amanah menjadi keluarga besar masyarakat Melayu Kepulauan Riau.

“Sesuatu suka cita saya bersama istri, ini menjadi kesan yang tak terlupakan bagi saya,” kata Prasetyo.

Begitu juga rombongan sangat berkesan terhadap tanah Melayu Kepulauan Riau ini. Seperti

Gurindam Duabelas yang sangat besar makna dan kaedah kaedah yang bijak dan mulia baik agama, budi pekerti dan pesan karomah.

Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga membaca beberapa bait gurindam yang sangat tersohor di muka bumi, dimana sangat dalam makna dan pesannya.

“Inilah yang menjadi perenungan saya. Karena karya ini bukan saja alunan tapi makna problematika kehidupan yang sangat keras, dengan menyentuh hati yang sangat dalam,” pesan Prasetyo.

Jaksa Agung menambahkan bahwa Adat istiadat Melayu memang sederhana dan bersahaja tapi sangat mempersona membuat kebesaran dan keagungan sangat lah terpancar di Kepulauan Riau ini.

“Sangat lah menakjubkan dan memukau saya dan rombongan ketika menginjak kan kaki pertama kali di tanah Melayu Kepri,” kata Prasetyo.

Dalam pasa itu, Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan kegiatan penabalan gelar kebesaran ini adalah momen yang sakral serta bertujuan menjadi acuan dan insan yang dipercaya kedepan agar Kepulauan Riau dapat lebih baik dan maju bersamaan dengan hajat yang besar.

“Inilah tanda-tanda bertuah bagi Kepri, dipilihnya Jaksa Agung untuk datang ke bumi Melayu ini bersamaan dengan HUT Kepri ke-16,” ungkap Nurdin.

Gubernur sendiri hadir bersama Istri Hj Noor Lizah Nurdin Basirun, Wakil Gubernur H Isdianto beserta Istri Hj Rosmery Isdianto, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah berserta Istri Hj Rismarini Arif Fadillah, Kajati Kepri Asri Agung Putra, Bupati Natuna Hamid Rizal, FKPD dan Kepala OPD, Jajaran Lembaga Adat Melayu, beserta tamu undangan lainnya.

Menurut Nurdin, dengan penabalan ini Jaksa Agung akan menjadi bagian dari masyarakat Melayu Kepri, yang sudah berkontribusi untuk kemajuan negeri ini, tentu menjadi yang sangat dibanggakan.

“Dalam rangkaian kegiatan Jaksa Agung, beliau sempatkan membantu saudara-saudara kita dengan mengadakan bhakti sosial yakni oprasi katarak,” lanjut Nurdin.

Dikesempatan ini, Gubernur meminta kepada Jaksa Agung agar dapat membantu ke para stakeholder di pusat untuk menjembatani permintaan yang sudah diajukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Apalagi dalam Nawacita Presiden yang akan menjadikan Indonesia poros maritim dunia, disini Gubernur sampaikan bahwa perlunya undang undang daerah kepulauan. Apalagi, Kepri mendapat kepercayaan memimpin bebebrapa daerah Kepulauan. maka harapan yang besar agar undang undang tersebut sudah bisa di sahkan tahun 2019 ini.

“Kami ingin bapak membantu, agar masyarakat Kepri sejahtera. Dengan ini kami meminta kepada bapak agar mau memperjuangkan pembangunan jembatan Bintan – Batam dan Undang Undang Daerah Kepulauan, anggap lah adek meminta kepada abangnya”, tutup Nurdin.

Memimpin penabalan, Ketua LAM Kepri H Abdul Razak menyampaikan masyarakat kepri yang dalam kesempatan ini bersamaan HUT kepri ke 16, terima kasih atas kehadiran yang di tunggu tunggu. Apa lagi banyaknya umat melanggar rasuah rasuah dan norma norma yang tidak baik.

“Dalam hal ini LAM melihat bahwa kejaksaan yang di pimpin jaksa agung dapat memperkecil tindak pidana yang rendah, agar ini kedepannya menciptakan yang aman dan terkendali. Dan banyak menyelamatkan kekayaan negara sampai teriliyun rupiah, dan ini menjadi perhatian khusus LAM terhadap kerja bagus kejaksaan,” kata Razak.

LAM juga mengapreasiasi setinggi tingginya dangan berkesempatan datang ke negeri Melayu dengan mengikuti HUT kepri ke 16 dan melaksanakan bhakti sosial oprasi katarak dimana sebanyak 300 orang lebih.

“Ini adalah hadiah pada HUT Kepri ke 16, mari kita sokong dan bantu bersama sama membasmi rasuah rasuah. Sudah sepantas nya memberi penabalan gelar kebesaran adat melayu, yang mana menjadi seri dan tuah di kepri”, kata Razak.

Penabalan sendiri berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembacaan warkah petuah istiadat 12 Muharram 1440 H berdasarkan SK Nomor 14 Tahun 2018, kemudian pemasangan tanjak oleh Ketua LAM Kepri, dilanjutkan dengan pemasangan selempang oleh Gubernur Kepri dan ditutup dengan pemasangan keris oleh Wakil Gubernur Kepri.

Saturday, September 22, 2018

Jadi Perekat Kesetiakawanan

Gubernur H Nurdin Basirun berharap agar kegiatan Jambore yang dilaksanakan oleh kader PKK dapat menjadi wadah untuk menambah wawasan serta pengetahuan. Selain itu juga untuk mengembangkan potensi dan kreativitas yang kemudian menjadi bekal untuk membangun Kepulauan Riau.

“Majunya suatu daerah karena adanya peran vital kaum ibu,” ujar Nurdin saat menghadiri puncak Hari Kesatuan Gerak PKK ke 46 dan Jambore Kader PKK se-Provinsi Kepri 2018 di Kawasan Coastal Area, Karimun, Jumat (21/9).

Nurdin melanjutkan, bahwa dari kegiatan ini jugalah peningkatan silaturahmi terjalin. Perlu juga diperbanyak kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang juga menjadi pendorong kegiatan pembangunan.

“Kegiatan ini dapat melihat secara langsung meningkatkan kemampuan kader mengikuti lomba-lomba berkaitan dengan program program pokok PKK,” lanjut Nurdin.

Dari sini juga, Nurdin ingin ibu-ibu tahu dan melihat dan bersentuhan langsung ke bawah. Hal ini agar dapat membina kader-kader selanjutnya kedepan untuk lebih maju. Apalagi terus disuport oleh pemerintah itu sendiri.

“Pemerintah selalu menyokong hal hal positif, apalagi bersentuhan langsung dengan masyarakat”, tambah Nurdin.

Dalam kesempatan ini, Gubernur juga memberikan sejumlah sumbangan kepada para pasukan orange yang menjaga kebersihan coastal area.

“Tolong jage Coastal ni ye, jaga dari orang-orang yang tak bertanggung jawab atau yang merusak”, pesan Nurdin.

Sementara itu, Penasehat Tim Penggerak PKK Hj Noor Lizah Nurdin Basirun mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan perekat Kesetiakawanan para kader untuk mewujudkan kebersamaan yang harmonis.

“Berbagai adanya perlombaan pada jambore tersebut membuat kita kompak dalam kebersamaan”, kata Noor Lizah.

Karena menurut Noor Lizah, kehadiran ratusan lebih peserta akan membuat keindahan objek wisata Coastal Area semakin diketahui khalayak ramai.

“Jika satu orang menceritakan hasil kunjungannya ke 10 orang saja maka akan ada ribuan orang yang akan mengetahui keindahan objek wisata di Karimun, ini akan berdampak baik terhadap kunjungan wisatawan,” ungkap Noorlizah.

Dirinya juga ingin masyarakat agar bersama sama bergabung dengan kader PKK, sebagai penyambung lidah pemerintah dan masyarakat lewat pembinaan sebagai Wadah Pemersatu.

“Kedepan nya saya ingin kader kader yang berpangalaman bersosialisasi dengan masyarakat dan jemput warga nya untuk berpartisifasi”, lanjut Noor Lizah.

Kemudian Ketua TP-PKK Provnsi Kepri Hj Riawina dalam laporannya juga mengapresiasi Penasehat PKK atas sumbang saran yang telah diberikan kepada tim penggerak PKK Provinsi Kepri.

“Terima kasih banyak kepada pak Gubernur dan ibu penasehat yang telah hadir”, kata Riawina.

Sebagai sarana pembelajaran dan solidaritas kader PKK se Provinsi Kepri dengan 10 program pokok PKK, dengan ikut serta oleh Penggerak PKK 7 Kabupaten dan Kota. Jambore diikuti oleh kader PKK yang berasal dari provinsi dan juga dari 7 kabupaten / kota setempat. Diharapkan pelaksanaan kegiatan berjenjang setiap tahun nya agar kedepan nya lebih maju dan bermoral dengan kegiatan kegiatan yang kreatife dan terrencana.

“Semoga kedepan lebih bagus dan maju dan lebih banyak kader ikut berpartisifasi”, kata Riaulina.

Jambore sendiri ditandai dengan pelepasan balon serta parade dan defile penggerak PKK Se Provinsi Kepri dengan berbagai macam keragaman daerah setempat terutama disektor wisata.

Tampak hadir dalam kesempatan ini Sekretaris Daerah H TS Arif Fadilah dan Ketua Dharma Wanita Provinsi Kepri Hj Rismarini Arif Fadilah, Wakil Bupati Karimun H Anwar Hasyim, Ketua BKOW Provinsi Kepri Hj Rosmery Isdianto. Hadir pula Asisten Administrasi Umum M Hasbi, Staf Ahli Syamsuardi, Kepala Bakesbangpol Lamidi, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Burhanudin, Kadis Pemberdayaan Perempuan Misni, Kabiro Administrasi Layanan Pengadaan Misbardi, Kabiro Humas, Protokol dan Penghubung Nilwan, Sekretaris BPKAD H Aiyub beserta tamu undangan lainnya.

Tunjukan Prestasi dan Angkat Keunggulan Daerah

Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun mengajak Kepala Daerah, Khususnya Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang yang baru dilantik  untuk segera menjalankan tugas dan tanggungjawab bagi masyarakat. Mereka harus mampu memberikan lompatan prestasi yang membanggakan serta mengangkat keunggulan daerah.

“Mari kita bangun daerah ini dengan kebersamaan dan semaksimal mungkin,” ujar Nurdin saat melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang masa jabatan 2018-2023 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (21/9).

Sebagai ibu kota sebuah provinsi, Tanjungpinang harus terus berlomba menjadi yang terdepan, tentu tanpa mengesampingkan semua Kabupaten dan Kota lainnya. Nurdin mengatakan bahwa untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan kerja keras semua pihak.

Gubernur sendiri hadir bersama Istri Hj. Noor Lizah Nurdin Basirun, Wakil Gubernur H.Isdianto dan Istri Hj Rosmery Isdianto, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah dan Istri Rismarini Arif Fadillah. Tampak pula hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri Husnizar Hood, Kajati Kepri Asri Agung Putra, Darem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R Eko Suyatno, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Bupati Natuna Hamid Rizal, Tokoh masyarakat Hj.Aisyah Sani, Hj.Suryatati A Manan, H.Lis Darmansyah, H.Ansar Ahmad, H.Huzrin Hood beserta tamu undangan lainnya.

Kepada Walikota sebelumnya, yakni H.Lis Darmansyah,  Gubernur mengucapkan terimakasih dan mengajak untuk bersama-sama ikut membangun Tanjungpinang. Karena menurut Nurdin masyarkat menunggu tenaga dan pemikiran semua elemen yang ikut andil dalam pembangunan sesuai peran dan kemampuannya.

“Wakafkan secara ikhlas waktu dan pemikiran kita untuk masyarakat,” tambah Nurdin.

Kemudian, kepada Walikota yang baru saja dilantik, Nurdin mengajak jajarannya untuk segera melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dalam membangun Tanjungpinang.

“Segera singsingkan lengan baju dan langsung bekerja karna waktu 5 tahun bukan lah waktu yang lama, tunjukan pembangunan yang nyata untuk masyarakat,” tutup Nurdin.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.21-6027 Tahun 2018 tentang pengangkatan Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Mengesahkan H Syahrul, S.Pd sebagai Wali Kota Tanjungpinang untuk masa jabatan 2018-2023 dan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 132.21-6028 Tahun 2018 tentang pengangkatan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Menetapkan Hj Rahma, S.Ip sebagai Wakil Wali Kota Tanjungpinang untuk masa jabatan tahun 2018-2023.

Pelantikan sendiri berlangsung tertib dan khidmat, acara diawali dengan pembacaan dan penandatanganan Sumpah Jabatan yang dipimpin oleh Gubernur Nurdin, kemudian pemasangan dan penyematan tanda jabatan serta penyerahan petikan keputusan, Lalu pelantikan oleh Gubernur dan ditutup dengan Penandatanganan pakta integritas.

Pada kesempatan ini juga langsung dilakukan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang berdasarkan surat Keputusan Ketua TP PKK Provinsi Kepri Nomor: 04/Kep-PKK-Kepri/IX/2018 tanggal 20 September 2018 melantik Juariah Syahrul sebagai Ketua TP-PKK Kota Tanjungpinang masa jabatan 2018-2023.

Tunjukan Prestasi dan Angkat Keunggulan Daerah

Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun mengajak Kepala Daerah, Khususnya Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang yang baru dilantik  untuk segera menjalankan tugas dan tanggungjawab bagi masyarakat. Mereka harus mampu memberikan lompatan prestasi yang membanggakan serta mengangkat keunggulan daerah.

“Mari kita bangun daerah ini dengan kebersamaan dan semaksimal mungkin,” ujar Nurdin saat melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang masa jabatan 2018-2023 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (21/9).

Sebagai ibu kota sebuah provinsi, Tanjungpinang harus terus berlomba menjadi yang terdepan, tentu tanpa mengesampingkan semua Kabupaten dan Kota lainnya. Nurdin mengatakan bahwa untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan kerja keras semua pihak.

Gubernur sendiri hadir bersama Istri Hj. Noor Lizah Nurdin Basirun, Wakil Gubernur H.Isdianto dan Istri Hj Rosmery Isdianto, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah dan Istri Rismarini Arif Fadillah. Tampak pula hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri Husnizar Hood, Kajati Kepri Asri Agung Putra, Darem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R Eko Suyatno, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Bupati Natuna Hamid Rizal, Tokoh masyarakat Hj.Aisyah Sani, Hj.Suryatati A Manan, H.Lis Darmansyah, H.Ansar Ahmad, H.Huzrin Hood beserta tamu undangan lainnya.

Kepada Walikota sebelumnya, yakni H.Lis Darmansyah,  Gubernur mengucapkan terimakasih dan mengajak untuk bersama-sama ikut membangun Tanjungpinang. Karena menurut Nurdin masyarkat menunggu tenaga dan pemikiran semua elemen yang ikut andil dalam pembangunan sesuai peran dan kemampuannya.

“Wakafkan secara ikhlas waktu dan pemikiran kita untuk masyarakat,” tambah Nurdin.

Kemudian, kepada Walikota yang baru saja dilantik, Nurdin mengajak jajarannya untuk segera melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dalam membangun Tanjungpinang.

“Segera singsingkan lengan baju dan langsung bekerja karna waktu 5 tahun bukan lah waktu yang lama, tunjukan pembangunan yang nyata untuk masyarakat,” tutup Nurdin.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.21-6027 Tahun 2018 tentang pengangkatan Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Mengesahkan H Syahrul, S.Pd sebagai Wali Kota Tanjungpinang untuk masa jabatan 2018-2023 dan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 132.21-6028 Tahun 2018 tentang pengangkatan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Menetapkan Hj Rahma, S.Ip sebagai Wakil Wali Kota Tanjungpinang untuk masa jabatan tahun 2018-2023.

Pelantikan sendiri berlangsung tertib dan khidmat, acara diawali dengan pembacaan dan penandatanganan Sumpah Jabatan yang dipimpin oleh Gubernur Nurdin, kemudian pemasangan dan penyematan tanda jabatan serta penyerahan petikan keputusan, Lalu pelantikan oleh Gubernur dan ditutup dengan Penandatanganan pakta integritas.

Pada kesempatan ini juga langsung dilakukan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang berdasarkan surat Keputusan Ketua TP PKK Provinsi Kepri Nomor: 04/Kep-PKK-Kepri/IX/2018 tanggal 20 September 2018 melantik Juariah Syahrul sebagai Ketua TP-PKK Kota Tanjungpinang masa jabatan 2018-2023.

Friday, September 21, 2018

Jaga Kelestarian Alam Mulai dari Lingkungan Terdekat

Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Riau untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam yang dimulai dari lingkungan terdekat.

Hal ini disampaikan Isdianto saat membuka kegiatan penanaman pohon di kawasan Pulau Dompak, Tanjungpinang, dalam rangka menjaga lingkungan Kepulauan Riau sempena peringatan hari jadi Kepri ke-16, Kamis (20/9).

“Menjaga lingkungan alam ini sudah menjadi tugas kita semua tentunya. Kita wajib memperhatikan alam ini dalam radius yang terjangkau oleh kita. Mulai dari  lingkungan disekitar rumah kita masing-masing tentunya,” kata Isdianto.

Selain itu Isdianto juga berharap kegiatan penanaman pohon ini tidak hanya sekedar seremoni saja. Namun harus diiringi dengan niat yang tulus dan ikhlas sehingga alam dan lingkungan bisa selalu terjaga.

“Jangan hanya sampai disini saja acara ini. Semoga bisa menginspirasi seluruh masyarakat. Dan lingkungan kita benar-benar terpelihara,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Wakil Gubernur memberikan piagam ucapan terimakasih kepada PT. Global Multy Sejati yang telah menyumbangkan tong sampah sebanyak  200 unit untuk di wilayah Dompak.

Acara ini dihadiri oleh Kajati Kepri Dr Asri Agung Putra, Pimpinan DPRD Kepri, FKPD dan jajaran kepala OPD serta seluruh pegawai dilingkungan Pemerintah Provinsi Kepri.

Mudahkan Pelayanan Perizinan

Wakil Gubernur Kepri H Isdianto memastikan kalau pemberian perizinan  dalam satu tempat, adalah wujud komitmen memberikan kemudahan pelayanan. Para pelaku usaha dan masyarakat bisa mendapatkan kemudahan pengurusan berbagai keperluan di dalam satu gedung.

“Di era moderen seperti saat ini, butuh pelayanan yang serba praktis,” jelas Isdianto saat Peresmian Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Batam di Gedung Sumatera Convenrtion Centre Batam, Kamis (20/9).

Apalagi, kata Isdianto, MPP ini didukung dengan sistem yang terintegrasi secara moderen efektif efisien cepat dan tepat waktu. Dia berharap ini mudah-mudahan menjadi jawaban atas pelayanan diera moderen,  yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Dijelaskan Isdianto, keberadaan MPP Kota Batam juga bisa menjadi icon baru Kota Batam. Karena telah menerapkan model pelayanan yang sangat representatif. Pun dengan dua wilayah lainnya  yakni Bintan dan Karimun sebagai daerah tujuan investasi.

Setelah pelayanan perizinan begitu mudahnya dilakukan, dia yakin dengan sendirinya akan berpengaruh pada makin banyaknya investasi  yang masuk. Baik investasi asing ataupun lokal. Sehingga akan kembali meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kepri ini.

Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin saat meresmikan MPP juga menaruh harapan yang sama. Keberadaan  MPP Kota Batam sekaligus MPP   ke 9 yang ada di seluruh Indonesia, sejalan dengan program percepatan pembangunan nasional.

Pemerintah, kata MenPan terus memberikan berbagai kemudahan terkait investasi. Tujuannya, bangsa ini makin banyak dijadikan tujuan berinvestasi. Utamanya para pemodal asing dari berbagai negara.

Syafrudin juga menjelaskan kalau pemerintah terus berupaya memberikan kemudahanan pelayanan yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Jika MPP hanya di wilayah perkotaan saja, maka kedepan harus mampu mencapai ke seluruh pelosok tanah air, ” jelasnya.

Tak lupa Syafrudin juga meminta kepada seluruh  steakholder baik Pemprov Kepri, Pemko Batam dan BP Batam untuk makin meningkatkan investasinya. Batam jangan hanya melirik Singapura untuk bisa menarik investasi dan model bersaing memanfaatkan peluang pelayaran Selat Malaka, tapi harus lebih dari itu.

“Lihat Dubai Hongkong hingga Myanmar yang bisa sukses menjadi daerah investasi karena memberikan kemudahan pada para investor. Batam juga harus bisa. Sehingga Batam sebagai salah satu pintu gerbang wilayah Insonesia akan terus maju dan pertumbuhan ekonominya bisa jauh diatas pertumbuhan nasional, “pintanya.

Sebanyak 429 perijinan dari 30 instansi baik swasta pemerintah hingga badan usaha milik negara turut ambil bagian dengan membuka pelayanan di MPP Kota Batam. Ada kurang lebih  21 kabupaten / kota dari berbagai daerah yang membuka pelayanan di sini.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia kepada Kementrian PAN & RB dan diterima langsung Syafrudin  atas inisiatif lahirnya MPP. Penghargaan  juga diberikan kepada Wali Kota Batam Muhammad Rudi sebagai pelopor lahirnya MPP terbesar se Indonesia.

Penghargaan diterima Kepala Dinas Penanaman Modal Dan  Pelayanan  Terpadu Satu Pintu Kota Batam Gustian Riau atas  inisiatif melahirkan MPP terlengkap se-Indonesia.

Sejumalah instansi mulai dari Kemenkumham, Polri, ATB, Telkom, perbankan,  Kontor Pajak, Samsat hingga Kantor Urusan Agama untuk melangsungkan pernikahan dan masih begitu banyak lagi semua perijinan dan pelayanan yang ada bisa dilakukan di MPP Kota Batam.

Baru Mencapai 41 Persen, Wagub Minta Waktu Imunisasi Rubella Diperpanjang

Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto meminta agar batas akhir pelaksanaan imunisasi campak dan rubella yang sedianya akan berakhir hinggaa 31 September agar diperpanjang lagi. Hal ini mengingat target 95 persen yang akan dicapai, sejauh ini baru tercapai 41 persen.

“Kalau kita analisa pencapaian 41 persen saat ini dari 95 persen yang ditargetkan, ini masih sangat jauh dari pencapaian. Sementara batas waktu hanya tinggal beberapa hari saja lagi. Solusinya, karena campak dan rubella ini bisa dikatakan darurat, maka saran saya agar diperpanjang waktunya,” kata Isdianto saat membuka dialog publik dengan tema ‘ancaman dan dampak rubella, CRS, Kamis (20/9) di hotel Aston Tanjungpinang.

Virus campak dan rubella sendiri hingga saat ini belum ada obatnya. Dan satu-satunya cara adalah mencegahnya dengan cara diimunisasi.

“Kita berharap punya masyarakat yang sehat jasmani dan rohani tanpa terkecuali. Perlu kita akui minimnya pencapaian ini dikarenakan sempat adanya polemik halal dan haram. Tapi lupakan itu semua, karena ini demi kesehatan dan masa depan anak-anak bangsa. Apalagi MUI sudah menyatakan membolehkannya. Perlu saya tegaskan bahwa mencegah itu lebih baik daripada mengobati,” ujar Isdianto.

Mengingat hal ini sifatnya darurat dan demi kesehatan generasi bangsa. Wakil Gubernur menghimbau agar seluruh masyarakat Kepri, terutama yang faham dan sudah melakukan imunisasi agar mengajak tetangga-tetangganya.

“Bayangkan saja, petugas kesehatan saja ada yang terjangkit virus rubella. Padahal mereka faham masalah ini. Bagaimana dengan masyarakat yang kurang memahami hal ini. Saya rasa Dinas Kesehatan agar lebih gencar lagilah melakukan sosialisasi,” ujar Isdianto lagi.

Sementara itu ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Kepri Hj. Rosmeri Isdianto yang juga hadir dalam kesempatan ini menyarankan agar pola sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan agar lebih bervariatif.

Jika selama ini bentuk sosialisasi hanya dilakukan melalui media dan spanduk-spanduk. Rosmeri menyarankan agar sosialisasi dilakukan dengan cara d0or to d0or ke tengah masyarakat. Tujuannya agar sasaran bisa tercapai dengan maksimal. Tidak hanya bagi kalangan dengan tingkat pemahaman menengah keatas sana, tapi juga bagi kalangan masyarakat menengah kebawah.

“Masyarakat banyak yang belum paham. Kata-kata rubella ini kan baru muncul aekarang. Masyarakat taunya campak selama ini. Makanya segera beri sosialisasi masalah ini hingga ke masyarakat bawah. Beri pemahaman tentang apa itu campak dan rubella? serta dampaknya,” pinta Rosmeri.

Sementara itu, Konsultan dari UNICEF Yuprizal Candra mengatakan bahwa secara Nasional pencapaian target kegiatan yang akan berakhir di 31 September ini, sampai sekarang baru mencapai sekitar 50 persen.

Menurut Yuprizal, imunisasi campak dan rubella ini sangat penting. Karena ibu hamil yang terjangkit virus ini  akan melahirkan anak cacat permanen.

“Kita tahu tidak ada satupun daerah yang terbebas dari CRS ini. Makanya kita saat ini sedang berupaya untuk mencegahnya. Dan ini sangay penting untuk keberlangaungan generasi bangsa kita,” unar Yuprizal.

Adapun Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana berdasarkan data mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil sampling sebanyak 2000 anak untuk di tes campak dan rubella. Dan ternyata sebanyak 400 anak positif campak dan 270 poaitif rubella.

“Kita semua tidak mau generasi kita lahir dengan cacat permanen tentunya. penyakit ini belum ada obatnha kecuali mencegahnya,” ujar Tjejtep.

Dalam kesempatan ini hadir juga Sekum MUI Kepri Edi Syafrani yang mengungkapkan sikap MUI Kepri bahwa imunisasi CRS dibolehkan dan agar dilanjutkan. Hal ini juga bagi seluruh Indonesia.

Dalam dialog publik ini Dinas Keaehatan  menghadirkan 3 orang wanita yang poaitif rubella dan melahirkan anak-anak dengan kekurangan fisik sejak lahir.

Belanjakan untuk Kepentingan Masyarakat

Gubernur H Nurdin Basirun kembali menegaskan tiap uang yang ada harus dibelanjakan untuk kepentingan masyarakat. Penggunaannya harus efektif, efisiensi sehingga memberikan kualitas terbaik untuk kesejahteraan masyarakat.

“Sering saya jelaskan ke TPAD, Pak Sekda dan Kepala Bappeda agar mengunakan keuangan ini betul-betul dapat dirasa masyarakat untuk jangka pendek dan jangka panjang. Semua harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Nurdin usai menerima penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Gedung Danapala, Jakarta, Kamis (20/9).

Penyerahan penghargaan itu diberikan sejalan dengan pelaksanaan Rakernas Akuntasi dan Pelaporan Keuangan 2018. Kepri mendapat penghargaan sebagai provinsi yang menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima tahun berturut terhitung sejak anggaran 2013. Tahun lalu, penghargaan yang sama juga diserahkan Menkeu kepada Nurdin.

Nurdin, yang didampingi Sekdaprov H TS Arif Fadillah mengatakan, opini WTP ini bukanlah yang terakhir sistem pengelolaan keuangan. Ini adalah garis star agar semua pihak menggunakan keuangan negara unguk kesejahteraan masyarakat.

Nurdin mengatakan, ke depan, program-program yang tak memberi manfaat untuk masyarakat harus tak dilaksanakan lagi. Harus banyak kegiatan yang memberi daya dongkrak bagi peningjatan investasi.

“Pembangunan infrastruktur salah satu daya dongkrat untuk semakin menarik minat investor masuk. Itu salah satu fokus kita,” kata Nurdin.

Nurdin mendedikasikan penghargaan ini untuk para ASN dan seluruh pegawai Pemprov Kepri. Apalagi tim yang telah bekerja keras mempertahankan raihan opini WTP yang berturut-turut.

Tahun ini, penghargaan itu diberikan kepada delapan provinsi. Selain Kepri, ada DI Jogjakarta, Sumatera Barat, Gorontalo.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan peningkatan capaian opini WTP juga harus diiringi dengan pemanfaatan informasi pada laporan keuangan tersebut. Menurut Sri, laporan keuangan jangan hanya disimpan di lemari, tetapi informasinya juga harus dimanfaatkan dalam perencanaan, evaluasi dan pengambilan keputusan-keputusan strategis lainnya.

Sri mengatakan, indikator WTP yang diharapkan merupakan indikator pengelolaan keuangan daerah yang baik. Semua harus punya korelasi dengan tujuan akhir yang ingin dicapai.

Menurut Sri, banyak yang makin meningkatkan kualitas laporan keuangannya. Dia memberi apresiasi kepada kementeria lembaga dan pemerintah daerah yeng mendapat opini terbaik.

“Ini menunjukkan bahwa semua memiliki komitmen untuk terus memperbaiki tata keloka keuangan negara. Semua terus meningkatkan transparansi akuntabilitas dan pertanggungjawaban keuangan publik,” kata Sri.

Menurut Sri, dari delapan provinsi itu, banyak aspek yang diukur kinerjanya. Seperti dari sisi pertumbuhan ekonomi, rata-rata dari delapan provinsi ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Demikian juga dengan pengangguran, rata-rata dari delapan provinsi ini lebih rendah dari pemgangguran nasional. Jika nasional 5,88, rata-rata dari delapan provinsi ini hanya 5,22.

Untuk Indeks Pembangunan Manusia, rata-rata delapan provinsi ini sebesar 69,86 lebih tinggi dari nasional yang hanya 69,55. Malah untuk IPM, Kepri sendiri berada di posisi nomor satu untuk Sumatera dan nomor empat se Indonesia.