“Langkah pertama yang kita laksanakan, menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM). Itu dilakukan melalui sosialisasi dan pembinaan terhadap pelajar sebagai generasi penerus PMI kedepannya,”papar Ngesti.
Diterangkan, Ngesti PMI Cabang Natuna pada tahun ini juga akan menyekolahkan tiga (3) orang generasi Palang Merah Idonesia (PMI) untuk mengikuti Akademi Transfutasi Darah di Jakarta dan Jokjakarta. Selain itu, Ngesti juga mengatakan Palang Merah Indonesia (PMI) Natuna juga berkoordinasi dengan setiap Desa, agar Desa dapat menyiapkan relawan pendonor darah di Desa masing-masing kedepannya.
Selain itu, langkah lain yang dilakukan PMI Natuna terus berupaya untuk melengkapi sarana dan prasarana agar kedepan PMI bisa melakukan tranfutasi darah sendiri sesuai dengan yang diamanatkan dalam undang-undang.
Diakui Ngesti, saat ini PMI Cabang Natuna hanya bisa menyediakan relawan donor darah, merekrut serta membina para relawan. Sedangkan untuk kegiatan penyediaan darah dilaksanakan oleh RSUD Natuna sendiri.
Diakui Ngesti, saat ini PMI Cabang Natuna hanya bisa menyediakan relawan donor darah, merekrut serta membina para relawan. Sedangkan untuk kegiatan penyediaan darah dilaksanakan oleh RSUD Natuna sendiri.
“Kita PMI Cabang Natuna, belum bisa melakukan tranfutasi darah karena belum memiliki sarana prasarana serta tenaga ahlinya untuk itu. Dan ini menjadi target PMI kedepan agar transfusi darah tidak hanya dilakukan oleh RSUD saja,” ungkap Ngesti.
Ngesti menambahkan, berdasrkan data yang dimiliki oleh RSUD dan PMI, Natuna rata-rata memerlukan darah kurang lebih sebanyak 120 kantong darah perbulannya. Sementara PMI hanya memiliki pendonor aktif sebanyak 40 orang saja.
Untuk itu, PMI akan fokus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di PMI dan pada bulan ini kita juga akan mengirim tiga (3) orang peserta untuk ikut pelatihan ke Jatiluhur , mudah-mudahan dengan ini semua PMI Natuna bisa menjadi lebih kuat lagi, tutup Ngesti.
Selain melakukan joging bersama para Siswa Siswi SLTA sederajat di Kecamatan Bunguran Timur bersama para pembina PMI Natuna juga melakukan kegiatan diskusi dan pengenalan diri antara sesama relawan PMR .
Dalam diskusinya bersama relawan PMR Ketua PMI Cabang Natuna Dra.Hj Ngesti Yuni Suprapti,Ma berpesan kepada relawan tentang bahayanya penyalahgunaan obat-obatan di lingkungan masyarakat. Hal ini menjadi tangung jawab para PMR semua untuk terus mensosialisasikan di tengah-tengah lingkungan masyarakat dimana para relawan PMR tingal, karena pencegahan itu lebih baik dari pada mengobati.
Untuk saat ini, tercatat di Dinas Sosial sekitar 200 orang mengalami gangguan saraf akibat dari penyalahgunaan obat-obatan, maka dari itu untuk para relawan PMR menjadi tangung jawab kita bersama untuk menjaga dan mensosialisasikan tentang bahaya penyalahgunaan obat-obatan.


No comments:
Post a Comment