Thursday, May 24, 2018

Satuan Tugas Khusus 1MDB Meminta Bantuan FBI

 Satuan Tugas Khusus 1MDB meminta bantuan Biro Penyelidik Federal FBI dan kementerian Kehakiman Amerika Serikat (DoJ), untuk mengusut kasus korupsi dana investasi negara 1MDB, yang diduga melibatkan mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Pertemuan dilakukan di Perdana Putra, Malaysia, membahas penyelidikan 1MDB, termasuk proses untuk mendapatkan kembali aset-aset Malaysia yang telah dibekukan di AS.

Di antara isu-isu yang diangkat termasuk surat FBI tanggal 13 November 2016 kepada Komandan Komisi Anti- Korupsi Malaysia (MACC) Tan Sri Dzulkifli Ahmad.

"DoJ juga menegaskan bahwa pihaknya telah membuat permintaan 'Bantuan Hukum Timbal Balik' (MLA) kepada Jaksa Agung saat itu Tan Sri Apandi Ali pada 22 September 2017. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi dan ditunda dengan alasan bahwa mempengaruhi penyelidikan yang sedang berlangsung oleh pihak berwenang Malaysia," kata pernyataan itu, dikutip dari The Star, Jumat (25/5).

Setelah pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama penuh satu sama lain untuk memastikan penyelidikan dapat diselesaikan.

Satuan tugas khusus 1MDB terdiri dari mantan Jaksa Agung Tan Sri Abdul Gani Patail, mantan ketua komisi MACC Tan Sri Abu Kassim Mohamed, ketua MACC saat ini Datuk Seri Shukri Abdull dan Direktur Cabang Khusus Federal Datuk Hamid Bador.

No comments:

Post a Comment