Wednesday, May 23, 2018
Tolak Aksi Terorisme, Siswa-Siswi Perbatasan Gelar Aksi Damai
NATUNA - Puluhan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ranai, Kecematan Bunguran Timur Kabupaten Natuna menggelar aksi damai 'Tolak Terorisme'. Selasa (22/05/18) Sore.
Siswa siswi MAN yang terdiri dari Osis, PMR dan Pramuka melakukan Aksi Damai ini sebagai bentuk dukungan terhadap Polri dalam memberantas aksi terorisme di Indonesia.
Para Siswa Siswi yang didampingi langsung oleh guru dan dijaga pihak kepolisian ini membawa sejumlah atribut aksi yang bertuliskan "Islam Mengajarkan Perdamaian Dan Toleransi", " NKRI Harga Mati".
Dengan berjalan kaki dari Mesjid An-Nur Batu Hitam menuju titik aksi di pertigaan Pos 901 Satlantas Natuna.
Di sepanjang jalan, orasi mereka ucapkan, "NKRI harga mati, islam mengajarkan perdamaian dan toleransi, kami mendukung Polri berantas teroris".
Di Pos 901, sebelum memulai orasi, siswa siswi memberikan Bunga Kepada Kapolsek Bunguran Timur dan polisi yang bertugas mengamankan Aksi Damai ini. Selanjutnya peserta aksi membacakan pernyataan sikap yang berbunyi :
"Assalamu alaikum..."
"Kepada saudara2 ku umat muslim dan rakyat indonesia, kami menyampaikan ke Prihatinan dan isi hati kami sebagai generasi muda islam atas bencana aqidah yang melanda negeri kita tercinta indonesia, nyawa melayang seolah tak berharga, karena bom bunuh diri yg mengatasnamakan agama. islam disudutkan sebagai targetnya - teroris mereka menamakannya. hijab labuh, cadar, dan dagu berjengot dijadikan kamuflase identitasnya. oh...tidak. kami tidak terima, kami generasi muda islam didik dipendidikan islam, kami diajarkan untuk menebar kebaikan, menebarkan kasih sayang.
Jika kami berjilbab labuh itu karena kami patuh kepada Allah SWT untuk menutup aurat tubuh. jika kami bercadar, itu semata mata karena kami sadar kecantikan paras bukan untuk dipamerkan. jika para pemuda berjenggot sama sekali bukanlah ingin jadi preman melotot, tetapi mengikuti sunah nabi kami yg pernah diboikot.
Wahai warga dunia... buka mata kita islam agama yg mulia, ini agama yg membawa kabar gembira, membawa rahmat keselamatan bagi semesta. islam bukan teroris, dan teroris tentu bukan islam, rasulullah mengajarkan alhlak terpuji. Jika duri dijalan disuruh disingkirkan agar tidak membahayakan, bagaimana mungkin islam mengajarkan kekerasan. dari pulau diujung utara kami sampaikan pesan damai untuk indonesia untuk saudara - saudara kami di paletina, uganda, uganda, dan syria yang sedang mengalami nestapa oleh ulah teroris yg sesungguhnya. siapa mereka? jawabannya ada dalam kejujuran kita".
Guru sekaligus Koordinator lapangan Fatimah SPd. Mengungkapkan aksi yang dilakukan hari ini sebagai bentuk dukungan kepada Polri untuk memberantas Teroris, "Kami mendukung Polri dalam memberantas Teroris. Kami ingin mengatakan bahwa Islam itu tidak identik dengan teroris dan teroris itu bukan Islam. Dan jika ada tanggapan Masyarakat mengatakan Islam adalah teroris itu tanggapan yang salah". Ungkap Fatimah. "Semoga masyarakat paham, bukan Islam yang melakukan itu (teror_red),". Tambahnya lagi.
Kapolsek Bungtim Kompol M.Sibarani menuturkan, untuk mengamankan aksi ini, pihak kepolisian menurunkan sejumlah personil terdiri dari Personil Polsek Bunguran Timur, Polres dan satlantas. "Dalam mengamankan aksi ini, kita pihak kepolisian menurunkan 20 personil. Hingga selesai pukul 16:30, Aksi damai berlangsung aman". (Zal).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment